Home > Life & Business Excellence > Cara Bersyukur yang Aneh

Cara Bersyukur yang Aneh

“Ah, begini saja aku udah bersyukur banget…”

Begitu komentar teman saya menanggapi pencapaiannya dalam bekerja yang baik secara kuantitatif maupun kualitatif masih jauh dari harapan dia sendiri…

Sekilas, kalimat itu seperti sebuah kalimat syukur, karena dia mendapatkan sesuatu yang biasanya tidak dia dapatkan sebelumnya.

Teman-teman yang luar biasa,
Syukur itu adalah kewajiban kita setiap saat. Ketika bicara pencapaian , tentulah rasa syukur yang kita panjatkan.

Tak perlu jauh-jauh, anda masih bisa membaca tulisan ini pun Anda wajib bersyukur. Anda bisa mendengarkan bunyi tuts keyboard komputer Anda, Anda wajib bersyukur, dan yang paling paripurna adalah kenyataan bahwa Anda masih hidup saat ini adalah hal yang paling kita syukuri…

Jadi…
Syukur adalah gaya hidup kita.
Kita hidup untuk bersyukur.
Caranya adalah dengan menggunakan apa-apa yang sudah Tuhan titipkan pada kita sesuai dengan tempatnya.

Dalam bisnis kita,
Sudahkah kita adil pada Sang Pemberi mata untuk memanfaatkannya sebaik mungkin untuk melihat peluang-peluang yang ada?

Sudahkah kita menggunakan otak kita untuk berpikir apa yang kita bisa kontribusikan untuk orang lain?

Sudahkah kita menggunakan tenaga kita secara optimal untuk melakukan apa yang menjadi tugas kita?

Jika belum, apa pantas kita didengarkan dan dilihat oleh-Nya sebagai hamba yang bersyukur? TIDAK! Sekali-kali tidak. Tak lain kita adalah hamba yang sia-sia hidup di bumi ini.

Jadi,
Silakan kembali cermati kalimat teman saya ini:

“Ah, begini saja aku udah bersyukur banget…”

Apakah lebih cocok dimaknai sebagai kalimat syukur? Atau mungkin malah jadi sebuah kalimat puas diri…?
Pilihan ada di tangan Anda…

Maka…

Adillah kepada sang waktu, dia sudah hadir padamu, maka gauli dia dengan baik…

Adillah pada sang kesempatan, dia sudah hadir di depanmu, maka tangkap dia dengan bijak…

Adillah pada sang pengetahuan, dia sudah masuk dalam pemahaman kita, maka gunakanlah dia…

Adillah kepada mereka, karena mereka sudah hadir dalam kehidupan kita…

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. 2 November 2011 at 10:01

    Saya sangat setuju dengan artikel ini. Selain bersyukur, dalam menjalani kehidupan, akan jauh lebih bermakna dan berarti tatkala kita menyadari Tujuan hidup kita adalah untuk memberkati orang lain. Sehingga pada saat kita bangun di pagi hari setiap hari, kita akan punya motivasi dan semangat baru sambil menanyakan : berkat apa yg akan aku salurkan bagi orang lain di hari ini? Dalam pekerjaan, berbagi hikmat, kasih, pengetahuan, materi? Sekedar melemparkan senyuman pun ternyata cukup memberkati dan menyalurkan energi positif serta menyatakan kasih bahwa kita menghargai dan menghormati orang di sekitar kita🙂

    Tetap semangat!

    Regards,
    Wenda

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: