Home > Financial Planning > Peringatan! Jangan Beli Asuransi Jiwa!

Peringatan! Jangan Beli Asuransi Jiwa!

Di atas awan,
Perjalanan Menuju Yogyakarta,

Beberapa menit yang lalu para pramugari memperagakan penggunaan alat-alat keselamatan, sudah lama saya tidak melihat demonstrasi ini, karena biasanya di penerbangan internasional kebanyakan maskapai sudah menggunakan video🙂

Namun, seperti biasa, tidak banyak orang yang memperhatikan demonstrasi ini. Ada dua kemungkinan :

Pertama, saking seringnya mereka bepergian, mereka sudah hafal semua perkataan dan gerakan sang pramugari. Bahkan kalau mereka diminta menggantikan pramugari, mungkin mereka bisa melakukannya.

Kedua, mereka tidak mau menerima kemungkinan yang memaksa mereka untuk menggunakan alat-alat yang didemonstrasikan. Jadi, lebih baik mereka tidak mendengarkan sama sekali.

Maksudnya,
Ada terselip kepercayaan diri yang berlebih bahwa semua akan baik-baik saja. Saya akan sampai ke tujuan. Dan saya tidak mau memikirkan hal-hal buruk terjadi sehingga saya harus mengenakan baju pelampung, membuka pintu darurat, dan keluar dari pesawat lewat prosotan dari karet.

“Sesakti itukah Anda?”

Sehingga berpikir bahwa kalau kita memikirkannya atau memperhatikannya adalah hal yang bisa menyebabkan terjadinya hal tersebut.

Kejadian yang sama sering saya alami ketika saya menjalankan tugas saya. Oh iya, sebagai informasi, tugas saya bukan menjual asuransi, melainkan membantu orang-orang untuk memahami asuransi.

Ada yang berpikir bahwa membeli asuransi artinya mengharapkan diri kita meninggal atau mendapat musibah. Hidup ini hanya boleh bergantung pada Tuhan, tidak boleh bergantung pada asuransi.

“Asuransi Jiwa!”
Ini biang kerok masalahnya, saya tidak paham bagaimana pertama kali istilah ‘life insurance’ diterjemahkan sebagai asuransi jiwa. Saya rasa guru bahasa inggris manapun akan memberi nilai ‘E’ pada terjemahan ini.

“Asuransi Jiwa!”
Kata-kata ini yang membuat masyarakat menjadi resisten. Bayangkan, dengan membayar sejumlah uang (baca : premi), maka kita mendapatkan asuransi JIWA? Betapa luar biasa. Bahkan orang tak bertuhanpun takkan setuju dengan ini bukan?

Bagaimana mungkin ‘jiwa’ bisa diasuransikan? Jangankan mereka, saya yang notabene adalah tenaga pemasarnyapun tidak akan pernah setuju! Sampai kapanpun!

“Hidup” atau “Kehidupan”
Dua kata itu yang pastinya lebih tepat menjadi terjemahan dari kata ‘life’. Karenanya terjemahannya akan saya ubah menjadi asuransi kehidupan.

Kehidupan siapa?
Tentunya bukan kehidupan si pemilik polis asuransi, melainkan kehidupan orang-orang yang bergantung hidup kepada penghasilan sang pemilik polis. Saya yakin, para suami yang masih normal pasti ingin keluarganya tetap bisa melanjutkan hidupnya dengan layak kalau dia sudah tidak lagi berada di tengah-tengah mereka lagi, KEMARIN!

Maka,
Saya peringatkan untuk Jangan beli asuransi jiwa untuk melindungi jiwa kita, karena itu tidak ada gunanya. Tapi belilah asuransi jiwa sebagai tanda sayang kita, untuk melindungi kelangsungan kehidupan keluarga kita, ketika kita tak lagi berada di tengah-tengah mereka.

Saya paham, topik ini tidak nyaman untuk dibahas ketika kita masih berada di tengah-tengah mereka. Tapi, topik ini akan lebih tidak nyaman lagi untuk dibahas, ketika kita sudah tidak ada lagi bersama mereka.

(Terdengar sayup-sayup suara….)
“Rejeki itu sudah ada yang atur, kalaupun saya meninggal, Tuhan pasti sudah mengatur rejeki untuk anak dan istri saya. Punya asuransi berarti saya tidak beriman….”

Hmm..
Sepertinya saya harus membuat sekuel dari tulisan ini. Tapi pesawat ini segera akan mendarat. Saya harus menegakkan sandaran kursi, memasang sabuk pengaman, menutup meja kecil di hadapan saya dan bersiap di posisi mendarat.

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

Categories: Financial Planning Tags:
  1. 13 November 2011 at 09:00

    Saya share ke fb ya Pak .. thanks loh ..

  2. Dian Sundari
    13 November 2011 at 09:47

    Pak Gusnul, terima kasih untuk sharingnya yang selalu luar biasa…

  3. Gasim Shahab
    13 November 2011 at 12:24

    Hmmm..hehehe..great, experience dimasukkan ke dalam blog..nice share..🙂

    • 15 November 2011 at 18:06

      kayak pernah kita omongin juga ya bro…hehehe

  4. lily febriani
    13 November 2011 at 18:32

    Ijin share ya p. Gus

  5. 13 November 2011 at 23:07

    Please feel free to share…

  6. dudiek
    14 November 2011 at 11:43

    That I was thinking 3 years a go🙂..

  7. 15 November 2011 at 12:29

    Seperti petunjuk keselamatan di udara, tujuannya adalah untuk berjaga-jaga, agar (apabila) terjadi kondisi darurat, maka penumpang sudah mengerti haru bagaimana…

    Salah satu kredo safety, “Berpikir adalah hal mahal saat darurat”

    Jadi sama, asuransi kehidupan bertujuan menjaga kehiduoan orang2 yang kita sayangi…

    Para penumpang, selamat datang di Asuransi Kehidupan…

    • 15 November 2011 at 18:07

      Like this : “Berpikir adalah hal mahal saat darurat”. Thanks master!!

  8. 15 November 2011 at 16:35

    “Tapi belilah asuransi jiwa sebagai tanda sayang kita, untuk melindungi kelangsungan kehidupan keluarga kita, ketika kita tak lagi berada di tengah-tengah mereka.”

    LIKE THIS QUOTE !!!

  9. iwan
    24 November 2011 at 11:07

    Pernah nonton The Secret ga? Atau baca bukunya? Apa yang terjadi di dalam hidup kita, sebetulnya itu kita sendiri yang ‘menarik’nya, melalui pikiran dan terutama feel (perasaan) kita. Sakit-sehat, sengsara-bahagia, musibah-keselamatan, miskin-kaya. Semua tidak terjadi secara kebetulan, tapi kita sendiri yang ‘menarik’nya. Apa yang kita fokuskan, itulah yang terjadi. Di dalam hadits qudsi sendiri Allah berfirman, “Aku adalah sebagaimana prasangka hamba-Ku.”

    Dan memang benar itu kenyataannya. Alhamdulillah, apa yang saya fokuskan, itulah yang terjadi. Termasuk hal-hal yang saya tidak inginkan (karena saya fokus ke hal itu)

    Saya belajar, klo saya nggak pingin sakit maka pikiran dan perasaan saya harus fokus untuk tetap SEHAT, klo saya nggak pingin kecelakaan maka saya harus fokus SELAMAT, klo saya nggak pingin sengsara maka saya harus fokus BAHAGIA, klo saya nggak pingin jatuh miskin maka saya harus bersyukur dan selalu merasa SEJAHTERA.

    Pernah denger ga, hadits yg ini, “Sedekah mampu menolak bala’ dan Doa bisa mengubah takdir.” Daripada nabung berlebihan di asuransi, yuk sedekah sajaaah.. jaminan, perlindungan, dan investasi terbaik. Benefitnya mulai 10 kali hingga 700 kali lipat matematika Tuhan, nilai pertanggungannya tak terpengaruh inflasi, gak ribet claim pasti dibayar kontan adil, realtime, ontime, sistim kompensasinya super canggih, dunia-akherat.

    Dengan nama Allah, yg dgn menyebut nama-Nya akan terhalanglah segala sesuatu di bumi & langit, menimpakan bencana. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

    Alhamdulillah…. hari ini kuterjaga dalam nikmat, afiat (keselamatan dari marabencana), dan terjaganya rahasia-rahasia (dosa-dosa)ku…. Ya Allah sempumakanlah nikmat-Mu, afiat-Mu dan penjagaan-Mu itu atasku, di dunia dan akhirat… Nikmat apa pun yang kuperoleh dan diperoleh seseorang di antara makhluk-Mu adalah dari-Mu, yang Esa dan tak bersekutu, maka bagimu segala puji dan syukur.

    Ya Allah kami berlindung kpd-Mu dari menyekutukan Engkau dgn sesuatu yg kami ketahui, dan kami mohon ampun dari (menyekutukan-Mu dengan) sesuatu yang tidak kami ketahui. Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa-apa yang Dia ciptakan.

    Ya Allah aku brlindung kpd-Mu dari rasa sumpek-gelisah, aku brlindung kpd-Mu dari kelemahan-kemalasan, aku brlindung kpd-Mu dr sikap pengecut-bakhil, aku brlindung kpd-Mu dr jeratan utang & kedzholiman orang lain.

    Ya Allah sehatkanlah badanku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku. Sungguh aku berlindung kpd-Mu dari kekafiran & kefakiran. Aku brlindung kpd-Mu dr azab kubur. Tiada iLah selain Engkau.

    Ya Allah kami mohon kepada-Mu keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya ilmu, berkahnya rezeki, dapat ampunan sebelum mati, dan ampun-an setelah mati. Ya Allah ringankanlah kami nanti saat sakaratul maut, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka dan kami memperoleh ampunan-Mu di hari perhitungan.

    Ya Allah kami mohon ilmu yg manfaat, rezeki yg halal, dan amal yg Engkau terima. Pertemukanlah kami dgn org2 shalih, dgn org2 berilmu, dgn org2 yg menyenangkan. Lindungilah kami dari pemandangan & kepulangan yg buruk. Sempurnakanlah nikmat-Mu bagi kami.🙂

    • 24 November 2011 at 13:39

      Subhanallah,
      Mas Iwan terima kasih atas commentnya.

      Sebuah pemaparan yang sangat mudah dipahami sebagai pedoman dalam hidup ini. Insya Allah dengan semua hal yang mas utarakan kita menjadi hamba-hamba yang beruntung dan bersyukur.

      Saya secara pribadi sangat setuju dalam konteks “Daripada nabung berlebihan di asuransi” , karena yang berlebihan biasanya bertendensi tidak baik.

      Insya Allah kita berasuransi sebagai ikhtiar pelengkap yang kita bisa lakukan, seperti Aa Gym sering utarakan tentang sabuk pengaman, helm, jembatan penyeberangan, kunci gembok pintu. Wujud asuransi hakikatnya adalah muamalah konstruktif.

      Tujuan muamalah ini adalah dengan niat meringankan beban saudara kita ketika terjadi resiko-resiko yang menyebabkan kejutan dari sisi finansial. Tentunya bukan kejutan positif, tapi sebaliknya. Tempo hari kami sempat berdiskusi dengan Ust. Ahmad Nuryadi Asmawi yang juga seorang dewan pengawas syariah di MUI untuk lembaga-lembaga keuangan, beliau memaparkan dasar dari semua muamalah adalah boleh, kecuali yang dilarang, merugikan, dan berakibat buruk. Untuk itu salah satu tujuan saya menulis untuk berhenti membeli asuransi jiwa, dan menggantinya dengan asuransi “kehidupan”. Seperti ban serep yang bertujuan untuk menggantikan ban utama agar mobil bisa tetap melanjutkan perjalanan sampai ke tujuan awalnya.

      Mudah-mudahan semua yang diutarakan dalam komentar mas Iwan yang sangat positif bisa menjadi dasar dalam kita menjalani hidup kita. Terima kasih atas dasar-dasar pelangkapnya. Jazakallah Khair

      Wallahua’lam

  10. 30 November 2011 at 03:51

    Izin wat sharenya ya Mas…

  11. Emyl
    17 December 2011 at 10:44

    saya share ya Pak, terimakasih🙂

    • 17 December 2011 at 23:16

      Silakan…terima kasih untuk perhatiannya🙂

  12. saifudin
    10 February 2012 at 22:36

    pak gusnul pribadi, saya share di fb saya boleh kan?? tengkyu yaa…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: