Home > Life & Business Excellence > Mari Kita Menggoyang Pohon Duren!

Mari Kita Menggoyang Pohon Duren!

Buah bernama rezeki itu sudah menggantung di tempatnya, Allah menunggu kita menggoyang pohonnya, mengambil tongkat untuk meraihnya, atau memetiknya dengan bantuan tangga.

Diam, menyerah, bosan adalah tanda-tanda pasti bahwa kita tidak serius menginginkan buah itu.

Well, mau sih, siapa yang gak mau buah bernama rezeki itu? Jadi, lebih tepatnya bagaimana caranya agar buah itu jatuh sendiri, tanpa harus menggoyang pohon, meraihnya dengan tongkat atau memetiknya dengan bantuan tangga.

Hmm…

Hmm…

Hmm…

Sial!
Otak saya buntu, saya tidak menemukan cara itu. Cara untuk membuat buah itu jatuh sendiri. Karena (kecuali buah duren), kalau buah itu jatuh, maka umurnya tidak lama lagi. Alias busuk.

Saya hanya temukan 3 cara, mudah-mudahan ada yang cocok dengan kepribadian Anda :

Pertama, terlahir kaya. Untuk yang ini, lupakan saja. Detik ketika Anda membaca tulisan ini, Anda sudah tidak bisa memilih lagi.

Kedua, menang lotere. Ups…kita langsung tutup diskusi ini. Haram…haram!

Ketiga, menikah dengan orang kaya. Well, cukup masuk akal bukan. Kalau hari ini para orang kaya sudah perpasangan, Anda bisa berharap menjadi pengganti atau penambah bagi pasangan pertama mereka. Atau, Anda bisa mulai mendekati putra / putri mereka yang sekarang masih kuliah, SMA, SMP, bahkan SD.

Atau yang keempat,
Berusaha sendiri…alamak, berusaha sendiri. Bekerja? Mentok di karir, gaji gak naik-naik, Usaha? Gak punya modal, gak punya pengalaman.

Ya ampun, banyak amat alasannya.
Kalau kita sudah memilih sebuah jalan, kita mesti siap dengan apapun yang terjadi di sepanjang jalan tersebut kan? Dari Monas kita ingin ke Pancoran, kita tempuh Thamrin-Sudirman, teman kita pilih Rasuna Said. Jalan pilihan kita : STUCK! Macet tak bergerak, sementara teman kita bilang Rasuna Said lancar dan dia sudah sampai Pancoran. Itu pilihan hidup.

Jadi, apapun pilihan kita. Tetaplah goyang pohon duren itu dengan ikhlas, miliki gairah dan etos dalam bekerja dan berbisnis. Insya Allah, rezeki itu akan turun pada waktu dan jumlah yang sesuai dengan kapasitas kita, visi hidup kita, tujuan hidup kita.

Kalau kita hanya bertujuan hidup untuk diri kita dan keluarga saja, bisa jadi Allah akan menitipkan yang cukup-cukup saja untuk kita. Tapi kalau kita punya misi hidup untuk menjadi manfaat bagi orang banyak, maka bisa jadi Allah akan menitipkan rezeki mereka di tangan Anda, tentunya plus rezeko untuk biaya operasional Anda.

Wallahua’lam

Selamat menggoyang pohon duren.
Selamat berikhtiar menjemput rezeki.

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. 21 November 2011 at 18:47

    Ketika album 50 cent keluar “Get Rich or Die Tryin”, saya sadar bahwa yang paling penting bagi saya adalah berusaha mati-matian untuk mencapai kekayaan. Pulang larut dan bekerja extra keras dalam perusahaan saya sendiri. Sebagian menanggapinya negatif, alasan klisenya takdir. Kata mereka yang negatif, buat apa mati-matian berusaha kalau takdirnya miskin ya akan tetap miskin.

    Saya menanggapinya selalu dengan jawaban yang sama. Saya tak mungkin merubah apa yang sudah ditakdirkan. Namun, jikalau saya mati nanti dan tetap miskin, orang masih akan terus mengingat saya bahwa saya adalah orang yang selalu berusaha tak kenal lelah untuk maju. Dan kita akan diingat sebagai orang-orang yang tak pernah menyia2kan waktu. kesehatan dan tenaga selama kita hidup.

    Hidup hanya sekali. jika saya boleh mengajak marilah dalam sekali-kalinya kita hidup didunia ini untuk menjadi orang-orang yang terbaik dibidangnya masing-masing. Seberapapun kurangnya kita, fisik, pikiran atau modal tidak masalah. Berjuanglah dengan apapun yang anda punya. Janganlah kita menjadi golongan yang menyia2kan nafas didunia ini.

  2. 22 November 2011 at 08:25

    Thanks for the awesome writing bro, the second paragraph is somethin’

  3. 22 November 2011 at 20:50

    Tidak pernah salah jika kita terlahir tidak (baca: belum) KAYA…. Namun salah jika kita meninggal tanpa (baca: belum) berusaha untuk KAYA….

  4. 16 October 2012 at 11:51

    Izin share pak…🙂

  1. 16 October 2012 at 12:02

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: