Kepemimpinanmu Palsu

“Bro, ngapain lagi ke sana? Elu kan sudah pernah? Apa gak bosan?”

Teman saya menarik saya dan mendekatkan bibirnya ke telinga saya dan berbisik…“For the sake of the teamwork, cuy. Gw harus menemani mereka walaupun gw sudah puluhan kali ke sana.”

Sebuah kalimat yang baru bisa saya pahami saat ini setelah beberapa saat berlalu…

 

 

Saya teringat almarhum papa saya. Kalau mungkin beliau masih ada, dia akan berkata lagi beberapa kalimat yang mungkin saya pahami sebagai jawabannya, “Nak, sebagai pemimpin itu bukan pimpinan. Pemimpin itu tempatnya bukan di atas. Dia di depan ketika pengikutnya bingung, dia di belakang ketika pengikutnya mulai loyo melangkah, dan dia dilihat oleh pengikutnya.”

Lihat bagaimana Phil Jackson sang pelatih maestro bola basket menangani Bulls.

Ada Dennis Rodman, pemain basket paling baj*#gan yang pernah ada.

Ada John Paxson yang sangat pendiam dan kalem.

Ada pula Michael Jordan, pemain dengan skill yang tidak diragukan.

Bagaimana Phil Jackson merangkul semua pemain dengan berbagai latar belakang inilah yang membuatnya sukses, dimanapun dia berada. Dia tidak mengedepankan egonya untuk tidak menyukai anggota tim yang berseberangan dengannya dan justru menjadi ayah yang dihormati oleh anak-anak pemainnya di Chicago Bulls.

Kerjasama..
Mereka butuh kita untuk maju…
Kita juga butuh mereka untuk menjadi besar…

So…redam ego kita sebagai orang yang sudah lebih dulu ada di sebuah institusi atau bisnis.

Dan benar, beberapa kali saya pernah dibuat bingung oleh beberapa sosok yang mengaku pemimpin. Di sebuah perjalanan yang didesain untuk kebersamaan, suatu saat mereka membuat tempat makan pilihannya membuat kami harus berpisah, entah karena menunya yang dipastikan tidak cocok dengan saya. Atau mungkin harganya yang dijamin tidak sesuai dengan kantong saya.

“Oh my God,
This is so not right, batin saya”

Mereka mungkin sudah puluhan kali ke kota itu sampai sudah hafal bau dan seluk-beluknya. Tapi itu bukan alasan yang cukup untuk berkata,”Oh, kalau kesana saya sudah pernah, sudah bosan, kita mending ke tempat lain saja.” Sementara kami ini baru PERTAMA KALI menginjakkan kaki di kota itu. Sontak lunturlah excitement kami dibuatnya.

Beberapa kejadian itu yang memperkuat definisi ‘For The Sake of The Teamwork’ (demi kebersamaan tim) buat saya.

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: