Home > Life & Business Excellence, Life Insurance Business > Berpelukan di Atas Pasir Hisap

Berpelukan di Atas Pasir Hisap

Pagi ini saya menerima sebuah cerita ispiratif dari salah seorang manager di team saya via BlackBerry Messenger :

Suatu hari seorang pemuda yg sedang dirundung masalah mendatangi orang tua bijak. Pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya, dan orang tua bijak itu mendengarkan dengan seksama. Lalu ia mengambil segelas air, ditaburkannya serbuk pahit ke dalam gelas lalu diaduknya perlahan.

“Cobalah minum dan katakan bagaimana rasanya”, ujar pak tua.

“Ih pahit, pahit sekali”, jawab pemuda itu.

Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ke sebuah tepi telaga yang tenang yang berada di belakang rumahnya. Sesampai disana pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya. Kemudian ia menyuruh pemuda itu utk meminum air dari telaga itu kemudian bertanya: “Bagaimana rasanya?”

“Segar”, sahut si pemuda.

“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?” Tanya pak tua.

“Tidak”, sahut pemuda.

Pak tua tertawa terbahak sambil berkata: “Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.

Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang kamu dapat lakukan; lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung semua kepahitan itu.”

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan: “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan itu, dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.”

(Akhir dari cerita)

Dan…

Awalnya, seperti biasa, adalah pertanyaan apa yang membuat kalian tidak mencapai target minggu ini…Dan, kami mengutarakan sebab-sebabnya, panjang lebar, sebagian besar di luar sana bahkan ada yang menceritakannya cukup detil,

Kalau rantainya motornya lepas diceritakanlah penyebabnya…

Kalau bannya bocor, diceritakanlah kronologis kebocorannya…

Kalau kucing tetangga mati, maka diceritakanlah proses kematiannya…

Intinya, cerita-cerita yang sama sekali tidak memberikan solusi pada kenyataan bahwa target kami tidak tercapai minggu itu. Semakin dramatis, semakin kami bisa memahamkan orang lain untuk empatis terhadap kondisi kami, sampai kami mendapatkan pernyataan ,”Oh, begitu, berat sekali masalah yang kamu hadapi ya, wajarlah kamu tidak capai target…”

“Preeet!”

Dari jawaban-jawaban di atas kita bisa belajar bagaimana kita berfokus. Pada masalah? Atau pada solusi? Dan dari cara kita menjawab pertanyaan “Apa yang membuatmu tidak capai target minggu ini”, dapat terlihat pada hal apa sebenarnya kita berfokus.

Sebuah pilihan sikap yang arif dibutuhkan oleh kita sendiri untuk maju. Besarkan hati, terima kenyataan bahwa ada kegetiran di setiap proses, dan selalu bergerak ke depan!

Ingat selalu bahwa Nabi saw bersabda bahwa tiap-tiap amal (pekerjaan dan perbuatan) ada masa-masa semangat & tiap-tiap masa semangat ada masa lelahnya, maka siapa yang lelah letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk & siapa yg lelah letihnya bukan karena melaksanakan sunnahku, maka ia termasuk orang yang binasa  (HR Hakim dan Al Baihaqi).

Selamat berikhtiar!

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: