Home > Life & Business Excellence, Life Insurance Business > Apakah Kau Membiarkan Dirimu Dimakan Kambing?

Apakah Kau Membiarkan Dirimu Dimakan Kambing?

Agen saya yang baru bergabung 2 minggu datang pada saya dan bercerita, bahwa tadi pagi dia bertemu tetangganya yang sudah berhenti menjadi agen.

Sang tetangga berkata,
“Oh, kamu baru bergabung, saya juga pernah jadi agen asuransi, bahkan sudah manager senior. Tapi saya sudah berhenti sekarang. Dan sekarang saya sudah bisnis lain”

“Udah, kamu ikut bisnis saya aja. Saya udah pernah jalani bisnis itu. Sedangkan kamu baru mulai.”

Kalau Anda adalah si agen baru, sangat wajar kalau Anda berpikir untuk terpengaruh sesumbar sang mantan manager senior. Betapa tidak, di depan matanya ada sosok yang menyamar menjadi “penyelamat masa depannya”.

Saya katakan padanya…
“Tahukah kamu bahwa kita ini seperti benih dimanapun kita berada. Benih itu bisa tumbuh sangat besar, tapi bisa juga mati konyol. Mungkin biji benih itu bisa saja dipatok ayam. Mungkin sempat tumbuh kecambah, tapi tercabut atau terinjak. Ketika batangnya mulai besar, sang kambing mulai melahapnya.”

Ada satu cara sang benih bisa tumbuh besar, kita sendiri yang perlu melindungi diri kita agar kita bisa menjadi besar.

Apa itu cukup?
Lalu perasaan bosan mulai menyeruak

“Di lahan pertama kita merasa tidak bisa tumbuh, lalu kita berpikir mungkin tanahnya kurang baik dan kita pindah ke tempat lain.”

“Di tempat yang baru, kita berpikir bahwa petaninya tidak bisa mengurus kita dengan baik, lalu kita ingin pindah ke tempat lain lagi.”

“Demikian hal ini berlangsung berkali-kali memuaskan ketidakpuasan demi ketidakpuasan yang muncul dari satu tempat ke tempat lain. Kelelahan demi kelelahan. Kebosanan demi kebosanan, Sampai suatu saat kita, sang benih, menemukan tempat terbaik itu. Dan pada saat itu kita dapati bahwa akar kita sudah lemah karena terlalu sering dicabut….dan mati .”

“Apakah itu yang kamu mau…?”

Jadilah pohon yang kuat dan besar, kalaupun kau tak berbuah, biarlah kau membuat orang bertasbih dan bertakbir merasakan keteduhan dan kesejukan yang kau berikan dari kerindangan daunmu

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: