Home > Life & Business Excellence > Kang Jali, Manusia Tanpa Jari

Kang Jali, Manusia Tanpa Jari

15 Desember 2011, Ghaissan 1st Birthday

Slipi Jaya,
Sekitar pertengahan tahun 2011

Setelah belajar di Metromini, Pak Dasam dan Sang Utusan Langit, kali ini saya berkesempatan belajar dari Kang Jali (bukan nama sebenarnya), seorang pedagang daun hias potong. Eits, jangan salah, nasabah saya yang satu ini cukup kaya, tapi sangatlah (baca : sangat…sangat….sangat) sederhana.

Kang Jali tidak pernah punya mobil, bukan karena dia tidak mampu, bahkan 10 mobil pun mampu dibelinya, kalau dia mau. Tapi hari ini dia akhirnya punya mobil, itupun karena ada seorang koleganya yang gemas melihat kesederhanaan Kang Jali. Dan akhirnya suatu hari temannya ini ‘secara paksa’ menaruh mobil hatchback baru itu di garasi mobilnya. Kang Jali tak bisa mengelak, terpaksalah dia punya mobil.

Satu hal yang sangat menarik buat saya ketika saya menanyakan kiat-kiat suksesnya, Dia mengacungkan salah satu jarinya di depan saya dan berkata

“Jangan pernah gunakan jari ini….”

Saya bingung,
Tidak membiarkan saya berlama-lama dalam kebingungan, dia sambung dengan cerita,

“Suatu kali saya sedang berkeliling di kebun saya, dan saya melihat salah seorang pekerja saya sedang mencangkul tanah. Saya lihat ada yang kurang dari hasil cangkulan dia…”

“Saya hampiri dia, cukup jauh dia berdiri dari saya. Saya rangkul pundaknya dan saya katakan bahwa saya ingin menunjukkan sesuatu. Saya ajak dia ke tanah yang dia cangkul, saya tunjukkan hasil cangkulannya, lalu saya ambil cangkul dia, saya tunjukkan cangkulan yang saya inginkan, dan dia pun memperbaiki cangkulannya seperti apa yang saya contohkan”

Dari cerita dia, saya langsung paham tentang perkataan ,”Jangan pernah gunakan jari ini”. Jari itu adalah telunjuk.

Karena bisa saja dia berteriak dari jauh, menyuruh pekerjanya itu datang pada Kang Jali dan mengatakan, “Kamu lihat cangkulan ini, coba perbaiki lagi, saya ingin cangkulan ini beres dalam 1 jam!”

Mana yang lebih nyaman Anda terima jika Anda adalah seorang bawahan, pengikut, pekerja. Perlakuan pertama atau kedua? Ternyata sifat mengayomi dan membimbing inilah salah satu resep sukses Kang Jali. Menyadari bahwa pekerjanya butuh bimbingan, maka Kang Jali dengan sadar membimbingnya. Walaupun mungkin sudah kesekian kalinya Kang Jali mengajarkan hal yang sama kepada puluhan pekerjanya dalam beberapa tahun. Tapi Kang Jali tetap sabar menanggung kebosanan dalam membimbing, membimbing dan membimbing.

Kang Jali
Manusia Tanpa Jari

Happy Birthday GG!

Happy Birthday GG!

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: