Home > Financial Planning, Life Insurance Business > Peringatan Kedua! Jangan Pernah Beli Asuransi Jiwa! : The Second Trilogy

Peringatan Kedua! Jangan Pernah Beli Asuransi Jiwa! : The Second Trilogy

Perlengkapan Inline Skate Caca

Perlengkapan Inline Skate Caca

Jumat, 16 Desember 2011

Putri sulung saya, Caca, baru saja menyelesaikan ujian akhir semesternya di SD kelas 2. Dan seperti janji saya seminggu sebelumnya, saya membelikannya Inline Skate biru bernuansa Disney di Gramedia Pejaten Village. Saya belikan itu kalau dia berkomitmen untuk melewati ujian akhir ini dengan baik dan serius. Dan, bisa ditebak, malam hari ini sepatu dengan roda itu tak lepas dari kakinya. Dia berseluncur kesana kemari di dalam rumah.

Saya bilang sama dia, “Kenapa helmnya tidak dipakai nak?”

“Enggak kok Ayy, aku gak perlu. Aku gak jatuh kok…”

“Emang yakin gak akan jatuh?”

“Gak juga sih, ntar deh aku pake kalau mau jatuh…”

“Emang kamu udah tahu kapan mau jatuh?”

Di benak Anda, “Ihh…gak ngerti amat sih ini anak, gak bisa dikasih tahu banget sih, ihhh!”
(Tanpa sadar bahwa dia ternyata sedang mewarisi kelakuan orang tuanya dulu).

“Nak, helm, pelindung telapak, lengan dan lutut. Perlengkapan itu bukan untuk mencegah kamu terjatuh. Walaupun kamu pakai helmpun kemungkinan kamu akan jatuh juga. Itu dipakai untuk melindungi kita ketika kita harus terjatuh. Kaki kita bisa saja memar kalau kita jatuh, kepala kita bisa saja terluka kalau kita jatuh, telapak tangan kita juga bisa lecet kalau kita jatuh”

Cerita anak saya itu membuat saya tersadar bahwa jiwa kanak-kanak kita abadi dalam diri setiap orang. Tapi walaupun demikian, secara sadar sebagai orang tua, kita selalu mengatakan nasihat-nasihat di atas untuk melindungi anak-anak kita.

Puluhan, bahkan ratusan kali saya menemui para orang tua yang masih memiliki sifat kanak-kanak itu ketika saya mencoba berbagi tentang pentingnya asuransi.

“Saya tidak butuh, saya sehat-sehat aja kok”
“Saya pasti akan hidup sampai anak-anak besar nanti, saya akan baik-baik saja…”
“Saya masih muda kok, nanti aja kalau udah agak tua dan menjelang sakit”

Asuransi seperti helm…
Asuransi tidak akan mencegah kita dari meninggal, kecelakaan dan sakit kritis. Tapi asuransi akan melindungi keluarga Anda ketika resiko-resiko tersebut harus terjadi. Menjaga aset-aset kita tetap pada fungsi aslinya, dan bukan dialihtangankan ke Rumah Sakit.

Dan kami, para agen asuransi akan menjadi orang tua yang tulus selalu mengingatkan Anda dengan kasih untuk mengenakan “Helm Kehidupan”, semakin kuat jiwa kekanak-kanakan Anda muncul, semakin gigih kami mengingatkan Anda.

Kepedulian orang tua itulah yang sering diterjemahkan anak-anak kita sebagai pengganggu….

Dan kepedulian kami jualah yang sering disalahartikan berlebihan oleh masyarakat luas…

“Nak, kelak kau akan paham mengapa ayahmu ini sedemikian cerewet….”

Jadi, jangan pernah beli asuransi jiwa untuk melindungi jiwa Anda, karena “Helm” ini bukan untuk melindungi kepala keluarga dari kenyataan bahwa semua orang akan meninggal, melainkan melindungi keluarganya dari resiko finansial yang mungkin terjadi ketika kepala keluarga tak lagi berada di tengah-tengah mereka.

We are a Life Insurance Advisor…
We love you…
Truly…

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. dudiek
    19 December 2011 at 09:47

    Hehehe..agreed

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: