Home > Financial Planning > Unit Link dan Resep Yang Tidak Pernah Tertebus

Unit Link dan Resep Yang Tidak Pernah Tertebus

Surat Notifikasi Ujian Certified Financial Planner (CFP)

Surat Notifikasi Ujian Certified Financial Planner (CFP)

Jika Anda seorang dokter, apa perasaan Anda ketika resep yang Anda resepkan tidak pernah ditebus oleh pasien Anda. Well, sah-sah saja kalau Anda berpikir seperti ini :

“Ya terserah aja, toh dia sudah bayar biaya konsultasinya kan. Mau obat ditebus atau tidak, tidak ada pengaruhnya sama saya.”

Dan itu pula yang terjadi ketika saya bertemu dengan salah seorang nasabah saya yang di tangannya tersandang sebuah buku bercover indah dengan nama dia tercetak secara emboss dengan manis di halaman depannya. Ya, sebuah buku yang berisi rekomendasi finansial dari seorang perencana keuangan independen.

Saya agen asuransi unitlink. Ya, unitlink.
Dari produknya yang diisukan tidak optimal jika dibandingkan perencanaan asuransi dan investasi secara terpisah, sampai isu agennya yang jalan-jalan dengan menggunakan premi nasabah ( Untuk yang jalan-jalan dengan premi nasabah, saya sudah iyakan lho, silakan baca di http://wp.me/p1Wqoy-2r ).

Saya tidak dalam posisi yang bisa menghakimi sebuah produk itu baik atau buruk, apalagi sampai harus menuliskannya di media-media, bicara di radio, sampai-sampai harus membuat buku segala dengan misi agar masyarakat sadar. Saya percaya bahwa sebuah produk diciptakan sesuai dengan kebutuhan dan segmentasi pasar yang berbeda-beda, jadi kita bisa menyikapi produk-produk yang berbeda dengan sikap yang arif dengan cara yang santun.

Kembali ke kasus teman saya yang memegang buku rekomendasi dari perencana keuangan tersebut, dia membayar Rp. 7 juta untuk laporan tersebut. Jumlah yang wajar, karena memang perencana keuangan yang cukup senior mematok tarif tersebut untuk sebuah laporan. Tidak ada yang salah dengan laporan tersebut, semua rekomendasikan bagus dan sesuai dengan teori CFP (Certified Financial Planner) yang kami ikuti (saya dan sang perencana keuangan). Kesalahannya terpaksa saya harus timpakan ke sang klien :
Salah satu rekomendasi sang perencana keuangan adalah menutup unitlink yang dia miliki lewat saya. Dan dia menutup unitlink-nya dengan sukses!

Lalu saya tanya, “Kalau begitu, bagian mana dari rekomendasi setebal ini yang kamu sudah jalankan?”

Dia terdiam, cukup lama, sebelum terdengar jawaban lirih,”Belum ada sih…”

“Satupun?”, tanya saya

Dia menggangguk pelan

“Bahkan rekomendasi asuransinya sekalipun?”, lanjut saya

Dia kembali mengangguk

Berbagai alasan dia katakan untuk menjelaskan kenapa dia belum mengambil asuransi seperti yang direkomendasikan sang perencana keuangan. Dia melihat wajah kesal saya, bukan karena dia menutup polis unitlinknya, saya kesal karena dia sudah bertindak sangat ceroboh membiarkan dirinya tanpa proteksi karena rekomendasi luar biasa sang perencana keuangan.

Hmm..hmm, paling tidak dia sudah merasa tenang karena tidak ketinggalan jaman, memiliki rekomendasi keuangan dari seorang perencana keuangan kondang, dan membuat keputusan yang menurutnya luar biasa dahsyat, menutup polis unitlinknya seperti lepas dari tipuan. Sesuatu banget…

Dia sedang berhitung untung rugi. Sebagian orang hanya mencomot sebagian rekomendasinya, mereka hanya menuruti bagian-bagian yang menguntungkan saja, seperti membeli reksadana, saham dan instrumen investasi. Tapi begitu masuk dalam topik asuransi murni, masih muncul hitungan untung rugi di kepalanya ,”Kan sayang juga kalau hangus, mending saya belikan emas aja kan.”

Saya coba menguji kekonsistenannya berinvestasi, “Wah, emas itu instrumen lindung nilai yang luar biasa, ngomong-ngomong sudah berapa bulan ‘bolong’ gak beli emas?”

“Hehe…udah 6 bulan, dulu cuman sempet beli 2 bulan berturut-turut. Abis itu udah gak sempet lagi sob.”

Anda bisa lihat, bahwa tidak semua solusi cocok untuk semua orang. Walaupun bagus, Mercedez Benz tidak cocok untuk semua orang bukan? Itulah mengapa saya memilih untuk menjadi agen asuransi unitlink. Tapi dengan ini, saya bisa memastikan bahwa nasabah-nasabah saya “dipaksa” memproteksi diri dan beinvestasi secara konsisten.

Pada teman saya, saya katakan bahwa buku ini berisi rekomendasi terbaik yang akan mengubah masa depan finansialnya.

Tapi apakah unitlink benar-benar tidak optimal seperti yang dituduhkan? Pastikan Anda tetap mengikuti The World of Gusnul Pribadi dengan click tombol “IKUTI GUSNUL” di GusnulPribadi.com

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. 25 December 2011 at 21:56

    Ternyata ya Pak .. saya baru tahu nasabah seperti itu, buat apa dia capek capek bayar 7 juta tapi resepnya nggak ditebus juga dan yang parahnya dia membiarkan dirinya tidak terproteksi, apakah financial planner independen tahu klien nya seperti ini? alangkah “berdosa” nya mereka ya? Wallahualam …

    • 25 December 2011 at 21:59

      Pastinya tidak semua, tapi kok ya ada aja🙂

  2. 2 January 2012 at 09:15

    hehehe.. menurtku karna dari sekian banyak rekomendasi yg paling mudah dilakukan ya menutup unit link🙂. mungkin solusinya mas gusnul bisa tawarin asuransi murni ke temennya itu🙂, dan soal investasinya…coba googling beberapa kemudahan dlm berinvestasi emas, kyk goldgram ato m-dinar, yg menawarkan mekanisme cicilan🙂

    • 2 January 2012 at 09:39

      Dilematis adalah kata yang cocok untuk menggambarkan fenomena yang terjadi. Asuransi murni dan investasi adalah solusi paling baik di tataran perencana keuangan manapun.

      Di ranah gosip para praktisi, kondisi ini memprihatinkan. Asuransi tetap masih dianggap sesuatu yang merugikan oleh kebanyakan orang.

      Buku rekomendasi yang dipegang itu sudah berisi rekomendasi asuransi murni dan investasi reksadana dan emas. Ironisnya adalah ketika sampai di eksekusi asuransi (jiwa), mereka belum bisa serela seperti menghanguskan premi asuransi mobil. Pertanyaan : “Kalau tidak terjadi apa-apa, apa yang saya dapat selalu menghiasi.”

      Basically, mayoritas agen unitlink juga dibekali sertifikasi Registered Financial Planner (RFP) yang di dalamnya membahas juga tentang asuransi dan investasi terpisah, begitupun unitlink. Tapi dalam teorinya, unitlink dipresentasikan sebagai salah satu jajaran solusi.

      Dan di lapangan, ternyata bukan informasi tentang kemudahan dan keragaman investasi yang kurang. Mereka sangat tahu, tahu banyak bahkan. Tapi kekurangan niat dalam eksekusi dan konsistensi yang selalu menjadi masalah utama.

      • rine
        5 January 2012 at 22:11

        Waah dengan kata lain sebenernya ada ya aruransi murni di pru? Hehehe aku termasuk nasabah yg sebelum menutup unitlink menanyakan product asuransi murni yg mgkn aku pakai sebagai ganti unitlink a/n anakku.tp jawabannya “aku kurang tau,nanti aku tanyain dulu ya”..dan smp saat dtutup ga ada tuh penawaran untuk asuransi murninya, yg ada penawaran untuk membuat financial plan😀,pdhl nasabah ini udh aware loh sama asuransi :p. Mungkin terlalu konsen untuk product unitlink kali ya..

      • 10 January 2012 at 18:15

        Asuransi murni gak ada (baca : belum ada), bukan karena tidak bisa, tapi menunggu edukasi yang lengkap ke masayarakat tentang asuransi dan investasi.

        Mengingat perusahaan ini dulunya juga berangkat dari produk asuransi murni, maka akan mudah me-recall-nya kembali dalam product lineup.

        Unitlink muncul sebagai bagian sejarah asuransi di Indonesia, sama persis seperti Presiden Soeharto yang saat ini banyak dihujat, tapi bagaimanapun kita hargai keberadaan beliau sebagai bagian dari sejarah. Apakah Indonesia akan lebih baik atau lebih buruk tanpanya? Wallahua’lam.

        Unitlink has its own market. And everyone have unique needs. Yang penting : ayo berasuransi!🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: