Home > Financial Planning > 4 Tips Keuangan 2012 dari Safir Senduk

4 Tips Keuangan 2012 dari Safir Senduk

Selamat Datang 2012

Sebuah semangat baru untuk menata kembali apa-apa yang belum tertata, termasuk tentang kehidupan keuangan kita, bukan. Sebuah awal yang sangat tepat untuk memberikan definisi ulang tentang perencanaan keuangan.

Pagi tadi saya tanpa sengaja memindahkan kanal pesawat televisi saya ke sebuah televisi swasta yang mengambil gambarnya di sebuah gedung di dekat bundaran Hotel Indonesia, tak pentinglah stasiun televisinya, tapi 4 tips keuangan yang dipaparkan secara sederhana oleh salah satu motivator perencana keuangan favorit saya, Safir Senduk, lebih menarik untuk kita bahas.

Saya sangat mengagumi sosok ini, karena dia pendobrak dunia perencana keuangan, tidak banyak sesumbar dan cari sensasi dan bahasa-bahasanya yang sederhana dan membumi. 4 tips keuangan yang dia bagikan pun sangat mudah untuk kita pahami bersama, dan saya sangat berbahagia bisa membaginya untuk Anda semua hari ini


Pertama

TENTUKAN SUMBER PENGHASILAN YANG INGIN ANDA DAPATKAN

Mengapa bukan berhemat? Menurut Safir berhemat hanya akan menyelesaikan permasalahan dalam 1 atau 2 tahun mendatang. Menghadapi kenyataan yang ada sekarang ini, sumber penghasilan menjadi isu penting yang perlu dicermati : cari, tinggalkan atau pertahankan?

Bagi Anda yang karyawan yang masih bermaksud mempertahankan pekerjaan Anda, tentunya Anda perlu mencari pendapatan tambahan di luar jam kerja seperti kerja paruh waktu, menjadi guru les atau berbisnis online, apapun itu. Bagi Anda yang profesional, tentunya Anda bisa mengoptimalkan skill yang Anda miliki.

Jika memang memungkinkan, bukanlah hal yang tabu untuk meninggalkan tempat kerja Anda saat ini untuk pindah ke tempat lain atau membuka usaha.


Kedua

BUATLAH ASET PRODUKTIF

Safir dalam hal ini sepertinya bukan memberikan tips ini pada Anda yang sudah ahli mengelola uang di instrumen investasi finansial maupun nonfinansial. Safir menyarankan Anda yang mungkin masih sekedar menaruh uangnya di bank ntuk lebih memiliki aset yang relatif lebih produktif, dan bisa menghasilkan di tahun 2012 ini. Dalam twitternya Safir juga menuliskan contohnya seperti deposito, ORI (obligasi ritel indonesia), reksadana atau rumah yang dikontrakkan.


Ketiga

HATI-HATI DENGAN TAWARAN BARANG KONSUMTIF YANG SEMAKIN MENGGILA

Terutama barang-barang teknologi terbaru yang diusung oleh gadget-gadget terkini sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Pemisahan definisi antara “Wajib”, “Butuh” dan “Ingin” harus dicermati baik-baik.

Contoh yang menjadi kewajiban adalah cicilan hutang, investasi dan premi asuransi. Setelah itu barulah kita bisa fokus ke kebutuhan hidup. Tentunya besar cicilan harus tetap dibatasi di bawah 30% pendapatan bulanan. Dan, setelahnya barulah Anda boleh memuaskan keinginan-keinginan Anda bada barang-barang yang mungkin tidak benar-benar Anda butuhkan


Keempat

SELEKTIF DENGAN TAWARAN KREDIT


Maraknya tawaran-tawaran kredit via ponsel belakangan ini nampaknya cukup menggoda mereka-mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk menambah penghasilan rutin mereka. Jadilah penambahan uang instan ini menjadi pilihan beberapa orang yang ingin memenuhi keinginan mereka. Lebih selektif dan berhati-hati, itu pesan yang disampaikan Safir.

Selamat memulai 2012 dengan semangat baru, dan tentunya action yang baru juga🙂

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

Categories: Financial Planning
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: