Home > Leadership, Life & Business Excellence > The Soto Leadership

The Soto Leadership

Nyoto Dulu Yook...

Nyoto Dulu Yook…

8 Desember 2010,

Siang itu saya makan siang di Soto Cak Nandar di Tebet, singkat cerita, saya mendapatkan informasi dari seorang sahabat bahwa ternyata dia ‘jebolan’ dari Soto Pak Sadi yang terkenal itu. Wallahua’lam tentang kebenarannya, tapi kita ambil pesan moral kisah yang diceritakan pada saya ini.

Kalau saya tidak ceritakan, mungkin Anda mengira Cak Nandar ini adalah salah satu orang yang kecewa, lalu berhenti dari Soto Pak Sadi dan membuka warung soto baru.

ANDA SALAH BESAR!
Justru Pak Sadilah yang meminta Cak Nandar untuk keluar karena melihat potensi Cak Nandar yang bisa lebih berkembang di luar dibandingkan kalau dia tetap ikut dengannya. Bahkan, Pak Sadi yang memodali warung sota Cak Nàndar ini. Woww!! Luar biasa hati Pak Sadi ini.

Teringat saya pada sharing seorang sahabat saya yang lain, seorang team leader di sebuah grup kecil engineer telekomunikasi. Dia share tentang sebuah buku karangan MALCOLM GLADWELL berjudul Tipping Point, Anda bisa cari bukunya di Gramedia, sudah diterjemahkan🙂

Salah satu yang dibahas di buku itu adalah ‘The Law of 150’. Pak Sadi memahami konsep ini. Gladwell melakukan riset bahwa komunikasi di sebuah organisasi atau kelompok optimal di batas angka 150, well…silakan baca atau googling sendiri ya tentang teori ini.

Dan, di sebuah ilustrasi di buku itu , seorang CEO sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat pabrik baru di tempat lain ketika melihat mobil yang sudah tidak kebagian tempat parkir.

Pak Sadi, seorang pemimpin besar. Yang berjiwa besar, ingin melihat pengikutnya sukses, telah bersikap adil terhadap potensi besar yang dimiliki pengikutnya, bahwa dia bisa lebih sukses di luar sana dan mendukungnya penuh.

Pak Sadi tahu bahwa bisnisnya takkan hancur dengan berbuat demikian, karena dia bisa mencetak Cak Nandar-Cak Nandar lainnya, dan puluhan Cak Nandar itulah yang tak terputus doanya mendoakan Pak Sadi….

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. ita
    17 February 2012 at 17:21

    mampir pak ke Soto Kudus Sedep Mantep di Masjid Bani Umar Graha Bintaro,, itu juga jebolan salah satu soto kudus yg sudah jaya…

    • 17 February 2012 at 17:29

      Wah, ternyata ada contoh-contoh lainnya ya? Luar biasa mereka yang berhati besar memberikan kesempatan untuk anak-anaknya agar bisa menjadi lebih baik dan berkembang. Insya Allah tidak akan hilang keberkahan rezeki darinya.

  2. faridah
    17 February 2012 at 18:18

    Subhanallah………two tumbs up buat Pak Sadi. Seperti kata pepatah, “the more you give the more you get”…….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: