Home > Leadership, Life & Business Excellence > Aku Mau Ganti Ibu Saja!

Aku Mau Ganti Ibu Saja!

Roni datang menghampiri Rosi, yang sedang merasa menjadi remaja paling tidak beruntung di muka bumi ini.

“Betapa tidak, hampir semua yang anak lain punya, aku tak punya. Hampir semua tempat yang anak lain kunjungi, aku tak pernah kunjungi, uang jajanku tak sampai seperlima dari uang jajan anak-anak lain”, curhat Rosi. Roni bilang ,”Kok ibu kamu kayak gitu sih, padahal kamu kan selalu masuk 10 besar di sekolah. Aku aja selalu dibelikan hadiah setiap habis terima rapot. Itu, mamanya Deni, selalu kasih uang jajan 20ribu lho sehari.”

Tambah redam hati Rosi semakin mendengarnya, rasanya dia ingin sekali mengganti ibunya dengan ibu lain. Minimal pindah rumah untuk menjadi salah satu dari anak-anak orang-orang tua yang ‘baik hati’ itu.

“MY MOM’S SUCKS!!” Teriak Rosi dalam hatinya…

Di hari lain, Bahkan Roni sempat berujar, “Sudahlah, percuma juga kamu sekolah pinter. Lihat dong temen-temen kita, tuh si Jodi yang gak pinter-pinter amat aja dibeliin macem-macem sama papanya. Udahlah, mending kamu sering-sering main aja ke rumah Jodi. Pasti sesekali kamu dibelikan mainan sama papanya. Papanya baik kok”

Iya, papanya baik.
Tidak seperti papa mamaku.
Rosi, berujar lemah…

Tapi tidak!! Rosi melawan perasaannya
Ditutupinya bayang-bayang Roni dan Jodi dalam bayang-bayang benaknya.

Aku bukan Roni. Aku bukan Jodi. Aku Rosi!

Allah pernah berfirman, bahwa apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut-Nya. Aku yakin bahwa Allah tidak akan salah melahirkan aku dari perut mama.

Bukan orang terkaya yang akan mulia di mata-Nya. Yang membenarkan cara apapun untuk menjadi kaya. Adalah mereka yang mampu menjaga hati, menjunjung sifat-sifat-Nya dalam berusaha. Jagalah hati, karena setan pandai membuat pekan promosi.

Demikian dalam hidup, kita sering dihadapkan pada perasaan tidak beruntung berada di perusahaan yang menurut kita tidak pernah membagi keuntungan perusahaan, manager yang selalu menurut kita menyalah-nyalahkan, leader yang menurut kita tidak peduli.

Apakah semua itu kebetulan?

Apakah kebetulan bahwa pensil harus ditajamkan dengan rautan tajam untuk bisa dipakai menulis?
Apakah kebetulan bahwa pisau harus ditajamkan dengan batu keras atau gerinda untuk bisa dipakai memotong?
Apakah kebetulan besi dibentuk dengan api dan palu godam untuk bisa menjadi bermanfaat?
Dan apakah kebetulan kita berada di tempat yang meraut kita, menempa dan membakar kita?

Apakah kebetulan Allah MEMILIH ANDA untuk pribadi yang lebih baik?

Tatalah hati, pilihlah sikap
Sikap yang menyenangkan-Nya
Dimanapun Anda berada

Apa yang Anda akan lakukan jika Anda adalah Rosi?
Sikap apa yang akan Anda pilih?

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: