Home > Life & Business Excellence, Life Insurance Business > Pria Biru Bercelana Ketat

Pria Biru Bercelana Ketat

20 Maret 2012

Malam penghargaan tertinggi sebuah perusahaan asuransi nomor satu di Indonesia

Saya duduk di salah satu barisan kursi di bagian kanan panggung. Kursi-kursi di sekitar saya sudah mulai kosong. Ada apa ini? Tak seperti tahun-tahun lalu.

Dan tak seperti tahun-tahun lalu, biasanya saya jarang sekali bertahan dengan perasaan penasaran mengetahui siapakah peraih gelar Agency of The Year, gelar paling bergengsi di gelaran malam itu. Tapi malam ini terasa berbeda.

Tak lama, perasaan itu terjawab.
Saatnya tiba…
Pengumuman gelar bergengsi itu…
Dan pemenangnya adalah…

Sang Vice President Director mengumumkan nama itu. Saya bangga sekali mendengarkan nama itu disebut. Saya bertepuk tangan sekeras-kerasnya dengan mulut terbengong. Hanya satu yang ada di kepala saya malam itu…

“HE MADE THE IMPOSSIBLE POSSIBLE!”
Dia membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin!

Sebelumnya saya berpikir untuk membuang jauh keinginan mencapai gelar tertinggi itu. Saya bilang pada diri saya, bahwa saya tidak mau sakit gara-gara saya ngoyo (memaksakan diri) mengejar pencapaian itu. Saya tidak perlu menukar kesehatan saya dengan pencapaian itu.

Tapi,
Saya kenal orang ini…
Saya tidak mengenal dia sebagai superman yang bekerja luar biasa keras. Ok..ok, tidak mungkin sukses diraih kalau tidak kerja keras. Tapi satu hal yang perlu Anda ketahui : DIA TIDAK SAKIT KETIKA MENERIMA PENGHARGAAN ITU!

Saya coba katakan pada diri saya sendiri.
Kalau ngoyo adalah nilai tukar sebuah kesuksesan Kalau sakit adalah teman dari sebuah kesuksesan, Maka seharusnya dia sudah sakit karena ngoyo!
Nyatanya dia sehat!

Mungkin saya perlu membuka kemejanya untuk melihat apakah dia pakai baju ketat spandex warna biru, dengan logo emboss huruf S di dadanya. Atau sekalian saya buka celananya untuk membuktikan apakah dia memakai celana dalam warna merah dan sepatu bot?

Sebelumnya mungkin dia akan berkata :
“Kalau ternyata saya bukan superman, apakah kamu masih mau berpikir bahwa kamu tidak bisa melakukannya?”

Kita bisa…
Masalahnya apakah kita benar-benar mau?

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. 22 March 2012 at 14:32

    Siapakah dia?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: