Home > Life & Business Excellence > Tak Perlu Menjadi Tumin, Martini dan Jackie!

Tak Perlu Menjadi Tumin, Martini dan Jackie!

Roma, 5 Mei 2012

(Nama, peristiwa dan kondisi dalam kisah ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, latar belakang dan peristiwa, maka itu adalah murni sebuah kebetulan belaka)

“Wajarlah si Tumin berhasil, dulunya dia susah. Orang susah biasanya semangat juangnya lebih tinggi. Sedangkan kita-kita ini kan dari dulunya gak susah-susah amat”

“Oh, Martini…dia itu kan bidan. Bidan itu pasti banyak kenalannya. Dan pasti kenalannya baik sama dia, soalnya dulu sudah bantu persalinannya. Lha saya, cuman karyawan yang urusannya sama komputer. Gimana mau punya kenalan?”

“Oh, bapaknya Jackie kan orang kaya, pastilah teman-temannya juga kaya. Pasti lebih mudah untuk dia mendapatkan klien-klien kaya itu. Sedangkan saya? Boro-boro punya teman kaya, malah mereka pada pinjem duit sama saya”

Sebentar-sebentar…
Saya potong dulu ya. Karena mungkin orang ini akan mengabsen semua teman-temannya dengan perasaan galau. Lengkap dengan alasan mengapa mereka bisa berhasil dan dia tidak.

Saya bilang padanya :
“Ok. Jadi di barisan orang berhasil, tidak ada lagi tempat untuk Anda ya? Ini semua sudah takdir Anda ya? Anda dilahirkan memang untuk menjadi seperti apa yang Anda ucapkan ya? Jadi untuk apalagi Anda galau. Nikmati saja ‘takdir’ itu dengan keikhlasan yang tinggi. Karena itu akan menjadi ladang kebaikan Anda sendiri”

Budi, sudah 5 tahun menjadi tukang sapu jalan. Sampai-sampai dia merasa bahwa menyapu jalan adalah satu-satunya hal yang dia bisa lakukan dan dia akan menjadi tukang sapu jalan selamanya. Tentunya saya tidak sedang membicarakan tentang baik-buruk, cocok-tidaknya sebuah profesi untuk seseorang. Sama sekali bukan. Karena Allah menghendaki kita berbuah dimanapun kita ditanam. Yang ingin digarisbawahi dari Budi adalah konsistensi dia melakukan pekerjaan itu membuat dia merasa : “HANYA ITU (baca : menyapu), yang dia bisa lakukan!”

Wow,
Bukankah ini luar biasa?

Sebuah tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Sampai-sampai dia merasa dirinya sangat AHLI dalam menyapu. Saya bikin singkat : 5 tahun menyapu membuatnya MERASA ahli dalam menyapu.

Bagaimana kalau saya ganti kata menyapu menjadi ‘computer programming’, atau ‘marketing manager’.

“Gus…nyapu itu kan gak butuh kemampuan khusus.., beda dong sama ‘computer programming’ ”

Ehh, kata siapa nyapu itu gampang. Butuh seni, hasrat, dan keinginan untuk melihat semuanya lebih indah. Terus terang saya sering sekali mendapatkan komplain ketika sesekali saya menawarkan diri menyapu rumah. Kurang bersihlah, kurang ratalah, tempat buangnya salahlah. Selalu ada yang salah. Hmm…saya pikir menyapu (dan mengepel) ini pekerjaan yang tidak perlu kemampuan khusus, ternyata saya masih melakukannya salah.

Kembali ke Budi,
Perasaan BISA inilah yang membuatnya bekerja lebih baik. Perasaan ini yang Budi pupuk selama 5 tahun. Bisa jadi kemampuan menyapu Budi tidak meningkat secara signifikan. Tapi perasaan BISA inilah yang membuat kualitas pekerjaan Anda menjadi berbeda.

Bagaimana agar kita bisa merasa BISA?
Berlatihlah..
Tidak ada cara lain, lakukan terus, terus dan terus.

Seperti bayi yang sedang belajar berjalan.
Jadi, marilah kita berfokus pada hal yang menjadi kelebihan kita, sembari memperbaiki apa yang menjadi kekurangan kita. Setiap kita punya cara untuk menjadi ‘berhasil’ di mata-Nya. Tak perlu menjadi seperti Tumin, Martini dan Jackie…

Temukan cara itu!!

Anda memiliki hati pemenang, jangan sampai 'serigala buruk' dalam diri Anda menggigit hati itu!

Anda memiliki hati pemenang, jangan sampai ‘serigala buruk’ dalam diri Anda menggigit hati itu!

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. 7 May 2012 at 13:46

    mantap mas. terima kasih…. pas banget buat orang yang lagi galau memikirkan masa depan. hehe
    salam kenal

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: