Home > Financial Planning, Life & Business Excellence, Life Insurance Business > Sekuel Akhir Sebuah Cerita : Ketika Agen Asuransi Benar-Benar Berhenti Mengejar Anda

Sekuel Akhir Sebuah Cerita : Ketika Agen Asuransi Benar-Benar Berhenti Mengejar Anda


Jakarta, 17 Mei 2012 jam 02:00 WIB
Anda mungkin ingin membaca kisah ini sebelum melanjutkan sekuel akhir kisahnya di bawah ini
Silakan KLIK DISINI untuk membacanya…

Hanya bulan berselang setelah Roni terdiagnosa kanker. Dia meninggal dunia.

“Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
Semua berasal dari Tuhan dan kelak akan dikembalikan kepada-Nya

Siska dan anak-anaknya, yang sudah tidak dinafkahi Roni sejak terakhir saya jenguk, sudah pindah ke rumah orang tuanya. Sejak Roni sakit, tak ada lagi biaya untuk mereka melanjutkan hidupnya. Terutama setelah aset-aset utama mereka seperti rumah dan mobil sudah dijual untuk biaya berobat beberapa bulan saja.

Tak lama setelah Roni sakit, Siska langsung mencoba melamar kerja ‎‎dan dia sudah bekerja saat ini. Bekerja bukan menjadi keinginan Siska. Karena Siska tahu bahwa sepeninggal Roni, dia adalah sosok yang paling dibutuhkan anak-anaknya. Dia ingin menemani anak-anaknya bertumbuh.

Saya coba berhenti menyesali ini, memberitahu diri saya apa yang dulu seharusnya saya lakukan. Tapi itu tidak akan mengubah kenyataan apapun bahwa Roni telah meninggal.

Almarhum meninggal di sebuah Rumah Sakit Umum terbesar di Jakarta, di sebuah KURSI di Instalasi Gawat Darurat. Saking penuhnya rumah sakit tersebut. Ada ketakutan dari orang tua mereka kalau dibawa ke rumah sakit sejak awal akan menghabiskan banyak uang. Praktis, sejak terdiagnosa kanker, Roni tidak pernah mendapatkan perawatan yang layak.

Satu-satu kertas yang saya pandangi saat ini adalah formulir aplikasi asuransi kosong yang seharusnya menjadi biaya hidup Siska dan anak-anaknya.

Siska, maafkan saya….
Kertas ini seharusnya menjadi payung untuk kalian. Saya tahu bahwa payung ini takkan menghentikan hujan, tapi payung ini bisa membantu kalian tetap berjalan menembus hujan menuju tempat tujuan.

Asuransi tidak akan mengubah keterjadian segala sesuatunya, tapi asuransi akan membantu meringankan resiko keuangan mungkin terjadi ketika sesuatu harus terjadi.

Maafkan,
Karena kali ini saya harus benar-benar berhenti ‘mengejar’ suamimu…

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. 19 May 2012 at 08:20

    Luar biasa, dapat dikatakan langkah seorang agent benar-benar terhenti saat seorang “calon” nasabah benar – benar terkena resiko kehidupan, bukanlah pada saat penolakan atas hadirnya informasi manfaat perlindungan asuransi..

    Agent asuransi yang baik akan selalu mengingatkan kepada calon nasabahnya, dan nasabahnya yang intar akan menyadari adanya resiko hidup yang harus dialihkan ke perusahaan asuransi, alih-alih kehilangan aset berharga yang di kumpulkan selama ini..

    Selama masih ada resiko dalam kehidupan, asuransi akan selalu kita butuhkan..

  2. 19 May 2012 at 08:31

    Reblogged this on Experience The Wonder of Futureinc and commented:

    Langkah seorang agen asuransi benar-benar terhenti ketika nasabah mengalami resiko kehidupan…(Perdanawan Pane)

  3. -fatih-
    22 June 2012 at 20:23

    dinikah saja bu Siska nya akhi.. insya Allah menjadi ladang amal soleh yang luas bagi antum dan keluarga..🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: