Home > Life & Business Excellence > Istri saya bilang, “Saya Tidak Bisa Masak!”

Istri saya bilang, “Saya Tidak Bisa Masak!”

Menu Sarapan Pagi Ini : Pindang Ikan Tuna!

Pejaten , 3 Juni 2012

Sudah sebulan lebih sejak kami memiliki asisten rumah tangga terbaru. Tadinya dia ditugaskan antara lain untuk memasak , namun ternyata memasak bukan hal yang paling dia bisa lakukan. Hasilnya, menurut kami, masakannya masih jauh dari definisi enak🙂

Akhirnya, istri saya mengambil alih tugas memasak itu. On Job Training ceritanya. Diharapkan setelah beberapa waktu, sang asisten bisa melakukannya sendiri. Semua ritualitas memasak mulai dipandu. Dari menentukan menu, memadupadankan lauk, menentukan bumbu, dan berbelanja ke pasar. Lengkap sampai rangkaian kegiatan intinya : memasak!

Seminggu…
Dua minggu…..
Tiga minggu…..
Sebulan…..

Dan hari ini sudah lebih dari sebulan istri saya punya agenda baru setiap pagi, setiap hari. Ritual yang sama persis. Saya mau beritahu Anda, istri saya membuat masakan-masakan paling dahsyat yang saya pernah makan. Kering tempe buatannya , sesuai namanya, sangat kering. Tapi bisa melumer ketika sudah bersentuhan dengan lidah kita. Sup krim brokolinya…? Hmm, jangan ditanya. Saya malah sempat bertanya ,”Beli dimana ini sup?”. Belum lagi sup ikan kakapnya, vegetable nuggetsnya, fist katsunya, capcay seafood dan pagi ini masakannya adalah pindang ikan, lengkap dengan irisan nanas dan cabai merah. Hmm…

Saya tahu kalau istri saya ‘sekedar’ bisa memasak , tapi belum pernah sepanjang 10 tahun kami menikah, dia melakukan ritualitas memasak setiap pagi dengan durasi sepanjang ini, 1 bulan lebih. Dan masakan-masakannya luar biasa enaknya.
Satu yang dia bilang ,“Saya ini tidak bisa memasak, tapi saya terbiasa”
(Terbiasa karena dipaksa untuk memasak setiap hari karena sang asisten ternyata tidak bisa memasak)
Tidak perlu bisa untuk menjadi terbiasa
dan mereka yang mengasah kebiasaannya menjadi bisa, mereka sering disebut sebagai AHLI

Dan satu hal, saya pikir tadinya aktivitas seperti ini hanya bisa dimiliki oleh ibu rumah tangga fulltime, Alhamdulillah seorang ibu rumah tangga parttime juga bisa melakukannya. Dan kalau Anda seorang ibu yang saat ini berkarir dan rindu melakukan hal-hal seperti itu dengan fleksibel tapi tetap merasakan aura berkarir, tak ada salahnya kalau Anda bertanya pada istri saya.

“Banyak orang memutuskan menjadi karyawan karena mencari yang pasti-pasti , tapi ketika ditanya berapa prosen kenaikan gaji tahun depan , jawabnya “tidak tahu”, ketika ditanya kapan promosi menjadi manager jawabnya “mimpi kali yee…”. Lalu kepastiannya ada dimana?” (Fitri Widhiono’s Facebook Status)

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: