Home > Financial Planning, Life & Business Excellence, Life Insurance Business > TRUE STORY : “Bu kenapa bengong begitu…?”

TRUE STORY : “Bu kenapa bengong begitu…?”

“Bu kenapa bengong begitu…?”
Seorang wanita berusia 50-an bertanya pada Tante Tuti, bukan nama sebenarnya.

Tante Tuti terkejut. Lamunannya pecah. Dia menengok perlahan pada wanita yang barusan mengagetkannya dan dengan lirih mulai bercerita pada wanita itu, dan inilah juga yang menjadi alasan mengapa dia bergabung menjadi salah satu tenaga pemasaran asuransi.

Image From WayanTulus.com

Sekitar dua jam sebelum sang wanita bertanya , Tante Tuti dan suaminya sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta untuk menghadiri sebuah acara dengan pesawat udara. Dan mendadak suaminya kena serangan jantung di atas pesawat. Tak ayal, bukan acara inti yang menjadi tujuan setelah pesawat mendarat, melainkan sebuah Rumah Sakit swasta di daerah barat Jakarta.

Semuanya berlalu dengan sangat cepat, dan pada akhirnya Tante Tuti dibuat bengong dengan sebuah pernyataan dari pihak Rumah Sakit. Bahwa suaminya harus dioperasi saat itu juga, memasang ring jantung dengan total biaya Rp. 120 juta. Seakan tidak terima, bagaimana mungkin orang yang cukup fit seperti suaminya bisa terkena serangan jantung seperti itu.

Setelah bercakap-cakap singkat, wanita berusia 50-an itu mengajukan pertanyaan, ”Memangnya suami ibu tidak punya asuransi?”

“Tidak”, jawab Tante Tuti singkat

“Jadi , maaf ibu, darimana Ibu mau dapatkan uang sebanyak itu?”
“Entahlah, itu yang saya pikirkan barusan…”

Sang ibu melanjutkan pembicaraannya,”Bu, suami saya punya asuransi, dan ini kali ketiga suami saya masuk rumah sakit, dan saya bersyukur bisa tenang dan tidak memikirkan biayanya.”

Tante Tuti merenung, kalaupun mau, asuransi bukan solusi untuk masalah yang dia hadapi detik ini. Suaminya sedang di ruang operasi, menunggu persetujuan Tante Tuti. Menyetujuinya berarti Rp. 120 juta, tidak menyetujuinya…..TIDAK MUNGKIN!

Tante Tuti langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon semua keluarga yang terdaftar di buku telepon ponsel untuk satu tujuan : meminjam uang. Beberapa dari yang Tante Tuti telepon memberikan saran untuk melakukan negosiasi ke pihak rumah sakit, dan negosiasi itu berbuah hasil. Pada akhirnya rumah sakit hanya mengenakan tarif Rp. 80 juta untuk operasinya saja.

Setelah beberapa orang berhasil dihubungi, uang itu bisa terkumpul. Tapi ada satu hal yang sudah bulat Tante Tuti putuskan : Dia harus menjual rumahnya untuk mengganti biaya yang dia pinjam pada keluarganya, termasuk untuk biaya terapi dan kontrol yang masih harus dilakukan oleh suaminya.

Saya sudah tuliskan di atas bahwa pengalaman hidup Tante Tuti ini yang mendorongnya ingin menjadi seorang tenaga pemasaran asuransi, bukan semata-mata mencari komisi. Melainkan ada misi kemanusiaan yang ingin dia jalankan. Dan hari ini dia siap bersaksi pada semua orang tentang pentingnya asuransi untuk menghadapi dampak finansial yang terjadi akibat sebuah kejadian tak terduga.

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. faridah
    18 July 2012 at 20:59

    Izin share ya pak Gusnul……

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: