Home > Uncategorized > Ada Apa dengan Lia….

Ada Apa dengan Lia….

Senin, 7 Oktober 2013

image

Suasana di dalam Kelas Lia

Anak kedua kami, pagi ini kembali menguji kami. Dari pagi subuh kami sudah menjaga moodnya sedemikian rupa. Sejak masuk SD kelas 1 , 3 bulan lalu, baru 4 kali dia masuk kelas sendiri, itupun dengan cara yang agak ekstrim yang diusulkan oleh gurunya sendiri. Gurunya bilang agar ditinggalkan saja di sekolah dengan paksa, dan benar saja, dia berontak sejadi-jadinya walaupun hanya bertahan 30 menit dan menurut gurunya dia bisa menyelesaikan hari itu dengan normal. Ya, itu hanya terjadi 4 kali.

Lalu apa yang terjadi di hari-hari lainnya? Ada 2 kemungkinan:

Yang pertama kami bergantian menemaninya di dalam kelas, ya benar, di dalam kelas. Dari pagi sampai pulang sekolah. Hmm, begini rasanya sekolah lagi. Untung saya punya jatah cuti 12 minggu di bisnis luar biasa yang saya jalani saat ini jadi kami tidak terlalu khawatir.

Kemungkinan kedua,
ketika saya ada Lia sudah berada di depan pintu kelas, saya gagal membujuknya masuk (ingat, dia hanya 4 kali berhasil dimasukkan kelas tanpa ditemani). Namun karena saya sudah ada agenda penting seperti Morning Briefing atau Join Field Work bersama agen, saya terpaksa tidak bisa menemaninya dan membawanya kembali pulang ke rumah. Singkat kisah, selepas mengikuti sebuah pelatihan Tuhan perpesan lewat sang trainer, “Kau akan lelah jika mengandalkan kekuatanmu, andalkan Tuhan, karena Tuhanmu Maha Perkasa”

Dan sampailah kisahnya di pagi ini, doa tak putus terpanjat. Saya yakin Tuhan akan membantu (paling tidak pagi ini). Saya tinggal cari perantara. Pengait antara doa dan ijabah. Kemudian saya sembunyikan DVD player, satu-satunya hiburannya di rumah. Dan saya katakan pada Lia bahwa dia tidak akan punya hiburan kalau di rumah sendiri, kecuali membaca buku. Dan saya biarkan dia dalam pilihan.

5 menit kemudian, dia mau sekolah. Bertolak belakang dengan aksinya dari Subuh hingga jam 8 pagi, TIGA JAM! Berubah hanya dalam waktu 5 menit. Siapa yang bisa membalik hati dalam waktu sekejap kalau bukan Tuhanmu.

Pertanyaannya : “Mengapa Tuhan tidak lakukan itu sejak subuh?”

Pertama,
mungkin Dia ingin uji kesabaran kami. Baik, kami ridho dengan kondisi ini. Tapi nampaknya ridho saja tak cukup. Dia ingin ada ikhtiar nyata dari kami. Dan Tuhan mengilhamkan kami lewat DVD player. Saya berpikir singkat, “Ah, ini kan hanya DVD, mana bisa membuat dia tiba-tiba mau…tapi ya kita coba lah..” Dan, tiba-tiba ia mendatangi bundanya dan berkata, “Aku mau sekolah….”. Subhanallah. Sampai detik inipun saya tak mau berandai-andai apakah DVD itu jadi titik baliknya. Yang jelas, semua datang dari Tuhan.

Jadi yang kedua,
Tuhan ingin mengabulkan doa kita, tapi Tuhan tak ingin menjadikan semuanya terlihat ajaib dan tak masuk akal. Jadi antara doa dan pengabulannya, butuh perantara, sesuatu yang disebut USAHA. Di situlah Tuhan akan menempelkan keajaiban, dimana usaha yang terkadang kecil diganjar dengan jawaban di luar harapan kita.

Jangan putus asa dari rahmatNya, teman-teman…

Raih impian-impian Anda…

Buatlah impian-impian itu nyata… Tugas Anda adalah membuat pengait antara doa dan pengabulannya..

Kait itu dinamai usaha….

Best regards,
The World of Gusnul Pribadi
Sukses | Berkah | Bertumbuh

Categories: Uncategorized Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: