Home > Life & Business Excellence > Kamu dalam Anakmu (inspired by a true story)

Kamu dalam Anakmu (inspired by a true story)

Tubuh Rina sedang terbaring lemah di kamar 103 Rumah Sakit Mitra Sejahtera. Roni hanya bisa memandangi istrinya yang sedang terbaring lemah itu. Tiga hari sudah Rina dirawat karena demam berdarah dan dokter merekomendasikan untuk menjalani pemulihan dengan rawat inap. Roni adalah seorang account executive di sebuah perusahaan pelayanan. Tugas utamanya berkaitan dengan pelayanan pelanggan berbasis perusahaan.

“Wakul ngglimpang, segane dadi sakratan, wakul ngglim….”

Picture from pedals4peanuts.com

Picture from pedals4peanuts.com

Lagu Gundul-gundul Pacul yang dijadikan nada dering di telepon seluler Roni terputus ketika jempol Roni menekan tombol hijau di telepon selulernya.

“Halo… Assalaamualaikum! Apa kabar Pak Husni…..”, lirih suara Roni khawatir membangunkan istrinya.
Roni mengangguk-angguk ringan sambil mendengarkan suara di ujung telepon
“….Oh begitu ya pak, baiklah saya segera ke sana ya pak..”

Roni menutup teleponnya sambil menggigit bibir. Dipandanginya Rina yang masih tertidur lelap sampai lamunannya terpecah karena bunyi ketukan di pintu. Santo, rekan kerja Roni muncul dari balik pintu membawa plastik putih berisi buah-buahan yang langsung ditaruh di meja kecil di sebelah tempat tidur Rina.

“Kenapa Ron, gugup sekali kamu?, tanya Santo
“Hmm… Mas Santo, saya harus pergi. Alat yang dimiliki Pak Husni harus disetting ulang. Tidak bisa nyala katanya. Jadi saya harus kesana sekarang….”
“Trus istrimu?”
“Ya mau bagaimana lagi? Ini pelanggan segmen premium. Bisa-bisa bos marah kalau sampai dia tahu”

SATU MINGGU KEMUDIAN

“Ron, kemarilah, ada yang saya mau bicarakan..”, Santo berkata sambil menyeruput teh manis di depan teras rumah Roni

Rina sudah pulang 2 hari yang lalu. Alhamdulillah kondisinya sudah sehat dan stabil. Hari ini Santo datang ke rumah untuk menjenguknya kembali. Di depan rumah, Rudi, putra pertama Roni sedang asyik mengayuh sepeda merah kesayangannya bersama teman-temannya. Komplek tempat Roni tinggal memang sangat ramah untuk anak-anak. Jarang ada mobil yang lalu lalang sehingga anak-anak dapat bermain di jalanan depan rumah dengan tenang tanpa harus khawatir tertabrak.

“Ada apa Mas Santo, serius sekali….”, tanya Roni sambil duduk di depan Santo seraya mengambil cangkir teh miliknya.
“Ron, coba kamu lihat anakmu Rudi….”, Santo membuka pembicaraan
“Ada apa memangnya?”, tanya Roni
“Kalau aku lihat dia, aku sama sekali tidak melihat dirimu pada diri Rudi… kamu tidak ada dalam dirinya…”, tukas Santo lirih

Deg…
Roni terdiam sesaat ,”Apa maksud Mas Santo?”, gumamnya…

“Ron, ini keluargamu. Kamu ingat minggu lalu ketika kamu terima telepon dari pelangganmu dan kamu meninggalkan istrimu Rina di rumah sakit sendirian. Malam itu kamu bisa saja minta saya yang kesana atau sampaikan pada Pak Husni kalau istrimu di rumah sakit dan minta penundaan jadwal kunjungan…”

“Ron, Bekerjalah sebaik mungkin untuk perusahaan ini. Tapi jangan lupa, keluargamulah yang utama…mereka butuh dirimu…”
“Saat kamu jatuh, saat kamu sakit, keluargamulah yang ada di sisimu. Bukan perusahaanmu, bukan juga atasanmu…”
“Jadi buatlah dirimu ada di dalam hati anak anakmu…segala sifat baikmu akan menjadi sifat baik anak anakmu..”

Sebuah nasihat singkat yang mengubah banyak hal dalam diri…

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: