Home > Life & Business Excellence > Tokyo Live Story (2/3) : Rezeki Anak Sholeh

Tokyo Live Story (2/3) : Rezeki Anak Sholeh

“Ano, sumimasen….Oinori sitai desukedo, basho wa arimasuka?”

“Permisi,… kalau mau sholat , apakah ada tempatnya?”, teman kami, Pak Sapta bertanya pada seorang petugas informasi yang, sebut saja namanya Keiko, yang berdiri tak jauh dari gedung wahana Tower of Terror di Tokyo Disney Sea. Beruntung Pak Sapta menjadi teman jalan kami selama di Jepang. Terutama, karena dia pernah beberapa tahun sekolah di Jepang, sehingga kemampuan percakapan bahasa Jepangnya lumayan terasah.


SHAF PARKIRAN

Cotto matte kudasai“, Keiko meminta kami menunggu sebentar sambil  meraih handy talkie-nya dan menanyakan sesuatu pada rekannya.

Forrow, shitte kudasai“, kata Keiko sambil mempersilakan kami untuk mengikutinya. Masih ingat kan di episode sebelumnya bahwa orang Jepang agak sulit untuk melafalkan huruf ‘L’ ? Anyway, Pak Sapta juga sudah menanyakan dimana kami bisa mengambil air wudhu. Sebelumnya Keiko juga sudah memberi tahu kami bahwa ruang serbaguna yang biasanya digunakan untuk aktivitas rupa-rupa (termasuk sholat) sedang digunakan.

Setelah selesai mengambil air wudhu, Keiko mengantarkan kami ke tempat sholat melalui pintu khusus karyawan di samping toilet yang berada persis di samping gedung Tower of Terror. Sebuah koridor kecil yang bersih membawa kami ke sebuah area aspal yang teduh dimana ada garis-garis diagonal mirip shaf.

“Wuih, hebat amat. Ini pasti sering dipakai untuk sholat Jumat nih!”
“Hush, ini bukan shaf untuk sholat. Ini marka jalan yang artinya tidak boleh berhenti atau menaruh apapun di area ini”

Saya keluarkan kompas mencari kira-kira arah timur sedikit bergeser ke tenggara. Dan ternyata arahnya sama dengan arah diagonal garis-garis yang dicat di atas aspal tersebut.

Peta Disney Sea dan Lokasi Wahana Tower of Terror

Peta Disney Sea dan Lokasi Wahana Tower of Terror

Inilah lokasi sholat kami. Lihat garis diagonalnya?

Inilah lokasi sholat kami. Lihat garis diagonalnya?

Kami hanya amazing ‘terpana’ kenapa arahnya kok sama dengan arah kiblat sehingga kami merasa shafnya sudah disiapkan untuk sholat. Dan akhirnya kami berlima melaksanakan sholat Dzuhur dan Ashar yang dijamak takdim dan di-qoshor. Alhamdulillah, tempatnya tenang dan teduh walaupun angin kerap bertiup kencang dari arah laut meniup sajadah tipis yang kami bawa. Maklum, sesuai namanya, Disney Sea ini memang dibangun persis di atas laut.

Setelah salam, kami menemui kembali Keiko yang berdiri menunggu selama kami melaksanakan sholat. Luar biasa orang Jepang ini, tidak hanya menunjukkan tempatnya, Keiko mengantar dan menunggui kami wudhu sampai selesai sholat. Dan kalau melihat raut mukanya, tak sedikitpun gerutu yang tergurat, ikhlas sekali dia melakukannya.

“Arigatou gozaimaaas…”, kata Keiko.

Lha ini lagi ditambah-tambah. Belum sempat kami berterima kasih, Keiko sudah membungkukkan badan  duluan menyampaikan terima kasih pada kami seraya menunjukkan arah kembali ke area permainan Tokyo Disneysea.

THE MAGIC OF HYPERDIA

Kami berencana untuk memisahkan diri dari rombongan tur saat kepulangan dari Disney Sea. Rombongan tur akan pulang jam 17.00 , sepertinya kalau pulang jam segitu kami belum dapat main apa-apa. Saya kirimkan pesan singkat pada tour leader kami bahwa kami ingin pulang sendiri naik kereta.

Tokyo Disney Resort, tempat dimana Tokyo Disneyland dan Disney Sea berada berada di daerah Urayasu di Prefektur Chiba di luar kota Tokyo. Ini adalah satu-satunya taman bermain Disney di seluruh dunia yang mengusung tema laut. Jadi kita takkan temukan Disney Sea selain yang ada di Jepang ini.

Hari mulai gelap, Indiana Jones menjadi wahana terakhir yang kami nikmati di Disney Sea sebelum kami berencana pulang ke hotel kami di area Asakasa di downtown Tokyo. Sebagaimana saya sudah ceritakan di mukadimah trilogi ini bahwa Jepang, khususnya kota Tokyo memiliki infrastruktur jaringan kereta yang sangat rumit dan jumlah stasiun yang sangat banyak. Rasa-rasanya kok orang lebih banyak hidup di dalam kereta daripada di jalan ya hehehe.

Banyak lokasi-lokasi di Tokyo sering dikaitkan dengan stasiun terdekat mana. Biasanya model-model manusia kereta ini malah sering nyasar kalau dilepas di jalanan biasa. Karena mereka hanya terbiasa dengan rutinitas rute kereta yang itu-itu saja setiap harinya. Sebagai tips untuk “menaklukkan” fasilitas kereta di Jepang ini, kita hanya perlu tahu mau berangkat dari stasiun mana menuju ke stasiun mana, berikutnya kita tinggal mengakses aplikasi paling canggih yang bisa memberikan saran rute kereta yang perlu kita naiki, lengkap dengan jam keberangkatan, jam ketibaan, durasi perjalanan sampai harga tiketnya. Yes, perkenalkan : http://www.Hyperdia.com

Nah, tentunya untuk mengakses Hyperdia kita perlu koneksi internet, yang paling sederhana, kita bisa gunakan paket roaming dari operator nasional kita masing-masing. Terkadang ini malah lebih murah daripada gaya-gayaan sewa mobile wifi segala. Selain itu, kita juga boleh membeli kartu SIM lokal Jepang. Kartu SIM ini biasanya khusus untuk paket data saja, harganya tergantung jumlah hari, dari 3 , 5, 7 hari atau lebih. Nah, tapi hati-hati juga, teman saya yang beli kartu ini sampai pulang kembali ke Jakarta belum pernah pakai koneksi datanya gara-gara gagal melakukan registrasi ke jaringan. Cape deh Ken, nemenin Barbie yang lagi pusing pala. Kalau kita termasuk orang yang galau data, daripada liburan kita tidak menyenangkan karena resah mikirin karena gak bisa narsis sosmed, mending langsung ambil paket roaming data internet dari operator nasional kita di Indonesia. Paket 5 hari paling 200 – 300 ribu saja.

Masukkan nama stasiun dan jam keberangkatan

Masukkan nama stasiun dan jam keberangkatan yang diinginkan

Bagaimana menggunakan Hyperdia?

Pertama, kita perlu tahu dimana stasiun awal dan stasiun tujuan yang terdekat. Stasiun terdekat dengan Tokyo Disney Resort adalah Maihama, dan stasiun yang terdekat dari hotel kami di Asakasa adalah Roppongi-Itchome.

Jangan lupa memasukkan rencana jam keberangkatan kita dari stasiun tersebut sehingga Hyperdia bisa memberikan jadwal perjalanan yang akurat karena adanya jam operasional yang dibatasi .

Setelah kita tekan tombol search, Hyperdia akan memberikan usulan rute yang bisa kita pilih. Mungkin kita akan memilih berdasarkan tarifnya atau mungkin berdasarkan durasi waktunya, contohnya seperti di bawah ini :

Hyperdia 2

Hasil pencarian Hyperdia untuk Rute Maihama – Roppongi-chome

Nah, sekarang perhatikan cara membacanya.

  • Dari Maihama naik kereta JR (ingat, JR ini kereta nasionalnya Jepang), jalurnya Musashino dan turunlah di stasiun Skin-Kiba dengan harga tiket 160 Yen.
  • Kemudian setelah turun di stasiun Shin-Kiba, kita perlu transit ke Tokyo Metro (ingat, Tokyo Metro adalah perusahaan swasta). Cari petunjuk menuju Stasiun Metro tersebut, dalam hal ini carilah stasiun Metro Jalur Yurakhucho, naiki kereta menuju stasiun Nagatacho.
  • Di stasiun Nagatacho, kita perlu transit lagi untuk pindah ke jalur Nanboku, naiki kereta menuju Roppongi-Itchome.

Di Hyperdia terlihat bahwa untuk tarif Tokyo Metro adalah 200 Yen dengan total waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan yaitu 36 menit,  tentunya ini tidak termasuk waktu perjalanan transfer antar jalur lho ya, apalagi waktu bingung dan nyasar. Total biaya yang diperlukan adalah 360 Yen, kalau kurs 1 Yen = Rp. 110,- , maka bisa dihitung sendiri ya biayanya. Ini jauuuuuhhh lebih murah dibanding naik taksi. Kalau kita masukkan di website perhitungan tarif taksi di Tokyo yaitu http://www.taxifarefinder.com akan muncul tarif 6,751 Yen, kalau dikalikan Rp. 110, hasilnya : Jreeeeeeng….. Rp. 750,000,-.

Nah, khusus buat yang memiliki JR pass, maka kita tidak perlu bayar di semua jalur JR alias Japan Railways. DI Hyperdia, untuk bisa menampilkan jalur JR saja maka kita bisa memilih pengaturan di Hyperdia seperti gambar di bawah ini :

Pengaturan Hyperdia untuk jalur khusus JR pass

Pengaturan Hyperdia untuk jalur khusus JR pass

Perhatikan bahwa ada isian Corp (perusahaan), silakan pilih Japa Railways saja. Jangan pilih walk kalau kita gak mau direkomendasikan jalan kami oleh Hyperdia. Dan terakhir, pengguna JR pass tidak bisa menggunakan Shinkansen tipe Nozomi, Mizuho dan Hayabusa.

 

REZEKI ANAK SHOLEH

“Sumimasen, gohan mada arimasuka?” , Pak Sapta bertanya pada sang pemilik restoran bernama FISH, apakah masih ada nasi yang tersedia. Sudah jam 9 malam ketika kami sampai di Stasiun Roppongi-Itchome, sebagian rumah makan sudah mulai tutup di Roppongi Ark Hills, sebuah pusat komersial yang dekat dengan hotel kami.

Arimasu yo..“, ada katanya.
Nan nin?” Sang pemilik rumah makan menanyakan untuk berapa orang.
Rokunin desu…“, Pak Sapta menjawab bahwa kami berenam.

Alhamdulillah, setelah seharian penuh menguji kekuatan kaki di Tokyo, rasa-rasanya ini hadiah paling luar biasa di tengah kerinduan kami yang membuncah terhadap : NASI.

Nasi, dalam bahasa Jepang sering disebut gohan (ご飯) , tapi kalau kita search kata ini di Google, maka yang muncul pertama kali adalah anak dari Goku, tokoh utama di serial manga Dragon Ball. Hmm, makanan dengan bahan dasar nasi memang banyak sekali ditemukan di Jepang. Tapi entah mengapa nasi yang kami dapatkan malam ini terasa begitu spesial. Mau tahu kenapa?

Ikura desuka?”, Pak Sapta bertanya berapakah harga nasinya.
Murio des…“, GRATIS katanya….
Ehh? Honto desuka?” , Yang beneeerr?

Pak Sapta mengonfirmasi lagi jawaban sang pemilik rumah makan, Sumpe lo Gratis??
Setelah ngobrol panjang, ternyata diketahui bahwa ada 3 orang mahasiswa yang kerja paruh waktu di restoran itu, maka dari itu nasi hari ini diberikan gratis buat kami. Apa kami ada tampang mahasiswa juga ya? Atau lebih tepatnya tampangnya memelas? Yaa, ini namanya rezeki anak sholeh, Alhamdulillaah. Malam ini kami makan nasi lengkap dengan teri kacang, dengan sedikit buraian mie seduh dalam gelas, dendeng balado dari Rawamangun serta suwiran daging cakalangsuper.com yang super pedas.

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: