Home > Travelling > Negeri Nol Derajat : Giethoorn, Venice of The North

Negeri Nol Derajat : Giethoorn, Venice of The North

20160305_112300.jpg

GET READY FOR AN ADVENTURE!

 
VW Polo Silver Bluemotion berpelat nomor HX-547-R sudah terparkir di terminal keberangkatan 3 bandar udara Schippol di Belanda. Wangi khas mobil baru tercium sesaat setelah saya menyandarkan punggung saya di kursi di belakang lingkar kemudi yang terpatri di bagian kiri mobil keluaran tahun 2015 ini. Saya tengok sekilas speedometer, angkanya baru menunjukkan 1100-an km. Wow, ini mobil baru, man! And Let the Adventure Begin, NOW!


Hari Pertama, 5 Maret 2016

Perjalanan tahun ini berbeda, saya dan istri saya, Ferra, memutuskan untuk menyewa mobil di negeri Eropa ini. Awalnya saya sempat was-was karena membaca banyak ulasan di internet tentang pengalaman menyetir di Eropa. Dari sulitnya mendapatkan parkir, rambu lalu lintas, batas kecepatan sampai yang utama : SETIR KIRI. Namun seorang teman memberikan penguatan singkat untuk saya, “Kamu pasti bisa, hanya 30 menit pertama saja kamu perlu penyesuaian. Kalau kamu biasa menyetir di Jakarta, pasti bisa cepat menyesuaikan di sini”.

Surat Izin Mengemudi?
Jangan khawatir, SIM A kita laku di Eropa. Boleh cek di sini DI SINI
Ada banyak penyedia jasa penyewaan mobil di Eropa, it’s all at the internet. Saya memilih BB&L Car Rental dari rekomendasi seorang teman. Sebelum berangkat, mereka hanya meminta kita menunjukkan kartu kredit dan SIM kita. Setelah itu, kunci mobil sudah berpindah ke tangan Anda.

1

Total biaya sewa mobil selama 4 hari

Sekitar 3 menit saya terdiam di kursi mobil, setelah memasang sabuk keselamatan, saya memandangi dashboard mobil serta letak gagang lampu sein dan wiper yang berkebalikan dengan umumnya mobil di Indonesia. Sudut mata saya memindai kaca spion di sebelah kiri dan kanan sambil mengatur jarak nyaman antara kursi dan kemudi. Lalu saya fokuskan mata saya pada alat navigasi GPS, hmm ini alat wajib yang harus Anda bawa, dan mulai memasukkan alamat tujuan saya yang pertama, GIETHOORN. Saya mulai menggenggam tuas perseneling ada di sebelah kanan saya, dan mulai memindahkannya ke huruf D.

2

Rencana Perjalanan dari Amsterdam Menuju Giethoorn

Perjalanan menuju Giethoorn memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit dengan jarak 128 km. Penjuru kanan menjadi masalah utama saya di hari pertama ini. Saya sering menyetir terlalu rapat ke kanan. Sekali juga saya pernah mengambil ‘bekibolang’ ala Indonesia sehingga berhadap-hadapan dengan arus mobil dari arah sebaliknya. Batas kecepatan maksimal di jalan bebas hambatan ini adalah 130 km/jam. Beberapa kali GPS kami memberikan informasi tentang adanya kamera pemantau kecepatan di beberapa titik.

 

 

Kagok? Sudah pastilah. Tapi rambu-rambu di Belanda ini sangat mudah untuk dicerna dan memudahkan kita sebagai pengguna jalan. Jadi intinya, tidak perlu khawatir untuk mencoba pengalaman berkendara di Eropa ini. Sepanjang kita sudah teruji di dahsyatnya trafik ibukota, saya percaya kita akan mudah menyesuaikan diri di negeri Eropa.

 

CARMEN, OLAF DAN KUDA PONI

Satu tips penting ketika kita menjelajahi Eropa menggunakan mobil adalah atur sistem navigasi satelit (GPS) ke dalam mode dynamic route. Artinya, kalau memungkinkan jangan melulu menggunakan jalur jalan tol karena kita akan dihadapkan pada sensasi yang membosankan. Sesekali ambil jalur jalan biasa dan nikmati perjalanannya walau durasinya sedikit lebih lama karena batasan kecepatan di jalan-jalan dalam kota.

Sama seperti perjalanan kami di Jepang, kami juga mencari tempat tinggal dari situs AirBnB.com. Dan pilihan kami jatuh di sebuah rumah di tengah areal sawah dan peternakan yang sangat tenang dan asri. Saya dokumentasikan momennya untuk Anda :

 

 

Berbeda dengan properti AirBnB di Jepang, dimana kita tidak pernah bertemu dengan pemilik apartemen yang kita tinggali, kebanyakan properti AirBnB di Belanda ini justru sifatnya sharing bersama host. Artinya kita akan tinggal bersama atau berdekatan dengan pemilik properti yang kita sewa.

Lewat email, Carmen, pemilik rumah ini mengabarkan bahwa akan masih di luar rumah ketika kami sampai. Dan Carmen menuliskan dalam emailnya bahwa kita akan disambut oleh seseorang bernama Olaf. Anyway, mari kita lihat sejenak rumah milik Carmen yang kami tinggali :

 

Indah dan unik bukan? Dan jangan lupa, sepasang kuda poni di halaman rumah Carmen menambah lagi sensasi farm yang sangat indah dan asri. Walau hawa yang sangat dingin masih menusuk tulang.

 

GIETHOORN : VENICE OF THE NORTH

Cuaca di Belanda masih tidak menentu, musim dingin nampaknya masih belum berakhir. Terkadang hujan tiba-tiba bisa turun. Bahkan Olaf dan Carmen juga tidak bisa memberikan prediksi tentang cuaca hari itu.

Jam 2 siang, kami lihat cahaya matahari menyeruak. Olaf menyarankan pada kami, “Kalau kalian ingin ke Giethoorn, saya sarankan kalian pergi sekarang, cuacanya cukup baik siang ini”. Well, benar juga. Daripada esok pagi cuacanya belum jelas, lebih baik kami manfaatkan waktu sang ini untuk melihat desa Giethoorn (baca : Khithorn), salah satu dari 3 desa paling bersih di dunia.

Kami langsung pindai posisi rumah Carmen di Google Map dan mencari posisi Desa Giethoorn. Sekitar 7.9 kilometer. Olaf langsung memberi tahu kami titik dimana kami bisa memarkir mobil kami di luar Desa Giethoorn. Oh ya, lihat danau kecil bertuliskan Bovenwijde pada peta di bawah ini? Nanti saya tunjukkan foto yang sangat indah yang diambil dari tepi danau ini.

3

Jarak dari Rumah Carmen ke Giethoorn

 

Matahari menyambut kedatangan kami di Giethoorn, sebuah desa yang dijuluki Venice of The North. Jika Venesia adalah kota kanal, maka Giethoorn adalah desa kanal. Tentunya desa ini sudah tidak benar-benar ditinggali saat ini. Desa ini sudah ‘diawetkan’ menjadi salah satu tempat wisata walaupun beberapa orang memiliki properti di desa ini untuk menjadi tempat berlibur di akhir pekan.

 

 

Setelah puas berjalan kaki dan mengelilingi Giethoorn dengan perahu, kami menyempatkan diri untuk belanja di supermarket lokal membeli bahan untuk memasak makan malam kami di rumah Carmen. Oh iya, tadi saya janjikan untuk menunjukkan foto danau di dalam Desa Giethoorn ya. Ini dia fotonya. Esok insya Allah kita akan bertolak menuju Jerman, see you!

 

20160305_145630.jpg

 

TO BE CONTINUED…

 

 

 

Categories: Travelling Tags: , ,
  1. faridah
    1 April 2016 at 09:55

    Subhanallah…..keren bangeeeetttt

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: