Kisah Puspa & Rini (based on a true story)

Nama-nama dalam kisah ini bukan nama sebenarnya.

Berapa yang datang hari ini?“,  suara di ujung telepon bertanya.

“Tiga mbak Puspa”

Wah, kalau gitu bilangin sama yang datang ya kalau saya gak datang ngajar aerobik hari ini“, sambung Puspa.

Baik mbak Puspa

Itulah Puspa, seorang instruktur aerobik senior di Sanggar Senam Bugar Langsing. Orangnya peduli, setiap gerakan anggotanya selalu dikoreksi dengan sabar. Gerakannya selalu variatif sehingga tidak membosankan. Pokonya, terbaiklah.

Berbeda dengan Rini. Sekali kelas, pesertanya sampai 30 orang. Tapi Rini tidak sepeduli Puspa, gerakannya pun biasa saja. Kalau ada gerakan pesertanya yang salah pun tidak pernah dikoreksi. Penghasilan Rini pun pasti lebih besar.

Kenapa bisa begitu?

Ternyata,  Rini lebih disiplin.
Dia selalu datang tepat waktu. Sehingga peserta kelasnya tidak perlu bertanya-tanya , “Hari ini instrukturnya datang gak ya?”

Sahabat,
Bukannya Puspa tidak baik, dia sangat kompeten dan peduli. Tapi fenomena nyata Puspa dan Rini ini membuktikan bahwa yang orang lebih memilih
“yang pasti selalu ada”.

Jadi…

Para suami,  bisa jadi kegantenganmu terkalahkan oleh pria yang “gak banget” yang selalu ada di dekat istrimu setiap kalian sedang tidak bersama.

Para istri, selalulah ada di dekat suamimu karena mungkin ada orang yang siap sedia di dekat suamimu mendengar keluhan kelaki-lakiannya.

Para pebisnis, konsistenlah “buka toko” dan eksis di bisnis Anda. Jangan sampai pas pelanggan butuh toko Anda sedang tutup. Mereka cuma perlu warung yang buka dibanding hypermarket yang tutup.

Para kolega tenaga pemasar asuransi, walaupun kita punya gelar RFP, CFP tapi kalau tidak diaplikasikan, kita bisa tertinggal oleh agen unyu-unyu yang konsisten beraktivitas. 

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

Advertisements

Jrenkk!! – Edisi Bingung Bikin Judul

Wah, saya kepikiran nih, kenapa Abu Jahal sudah dicap masuk neraka ya, saya jadi mikir nih mau melanjutkan hidup apa enggak, nanti takut kayak Abu Jahal”

MEMODEL / modelling

Di dunia NLP, kata ini sering anda dengar.

Teddi Prasetya Yuliawan dalam bukunya menjelaskan dengan detail bahwa modelling adalah replikasi sebuah prilaku yang ekselen. Alih-alih bertanya mengapa perilaku ekselen tersebut bisa dimiliki seseorang, modelling mengurai bagaimana persisnya seorang memunculkan perilaku ekselennya secara konsisten_

Bagaimana persisnya mereka mencapai hasil dengan kualitas yang tinggi?Apa perbedaan yang membedakan (the difference that makes a difference) antara mereka dengan orang rata-rata? Memahami proses bagaimana ini menjadikan kita mampu melakukan apa yang mereka lakukan secepat mungkin

Sebenarnya dalam Islam ini bukan hal baru, sejak lama kita sering diajarkan untuk mengikuti sunnah Rasul. Bagaimana rasul berbicara, bertindak,  makan, tidur dll.

Biar apa?
Ya (mudah-mudahan) biar masuk surga.

Jadi, kita bisa berakhir seperti Abu Jahal kalau kita memodel perilaku Abu Jahal.

Wallahua’lam

Sahabat,
Sama seperti bisnis. Banyak pelaku bisnis yang bangkrut, bubar dll. Pertanyaannya, apakah kita mau seperti itu?

Kalau tidak mau, maka pertanyaannya siapakah yang kita model? Perilaku pebisnis bangkrut atau perilaku pebisnis sukses.

Best Regards
The World of Gusnul Pribadi