Home > Uncategorized > Zaman Sudah Berubah

Zaman Sudah Berubah

image

Setiap kali melewati jalan-jalan tertentu di Jakarta ini, saya seringkali berucap pada istri saya,

Dulu ya, lewat jalan ini lancar banget, pulang kantor masih bisa jemput kamu dan pulang gak sampai 30 menit”

Istri sayapun tak mau kalah, dia juga tidak kalah membanggakan masa lalunya pada anak kami,

“Tahu gak nak, dulu setiap siang  bunda masih sempat lho pulang buat nyusuin kamu. Makan siang dan tidur sebentar. Dan balik ke kantor lagi”

Dan tiba-tiba saya sadar bahwa saya tidak lagi hidup di masa lalu, inilah Jakarta sekarang dimana WAKTU adalah barang mahal yang tidak bisa diputar kembali.

Sahabat,
Sebagian orang berpikir, yang penting ada waktu untuk anaknya. Dan seseorang perlu berkorban untuk bisa lebih menemani anak-anaknya.

Tapi sadarkah, ada seseorang yang dulu pernah kita pegang erat tangannya, rengkuh pundaknya dan terbisik janji setia walau hanya dalam benak bahwa,

Kita akan selalu bersama dalam suka maupun duka…

Sahabat,
Zaman berubah.
Bahkan perasaanpun sudah terganti dengan emoticon.

Dimana kita sudah lupa bagaimana memasang ekspresi sedih, cemas dan gembira di wajah kita sendiri. Lempeng, rata, polos.

Apa yang kita cari kawan, ketika karir-karir ini tercetak di pelat emas, tapi bumi ini semakin tua. Membawa penghuninya itu mengeriput bersamanya.

Dan satu hal yang akan tersesal dalam, adalah perasaan bersalah ketika kita tidak bisa saling mendukung, bercanda bersama, menangis bersama, merenung bersama.

Dengan siapa kau lebih banyak habiskan tawamu seharian?

Dengan siapa kau banyak keryitkan dahi untuk rencana-rencana yang bahkan tidak memberikan apapun selain makin renggangnya hubungan?

Wahai Suamiku…
Wahai Istriku…

“Aku masih ingat janji itu, ketika cincin itu tersemat di jariku. Aku tahu kau adalah orang yang akan menemani hari-hariku”

Ingatlah Sahabat,
Zaman sudah berubah.

Bumi ini sudah menua, mengajak penghuninya berkeriput bersamanya.

Kali ini, tulisan ini bukan tentang anak-anakmu

Kali ini, adalah tentang istrimu…
Kali ini, adalah tentang suamimu…

Lakukan sesuatu, dimana kau masih punya kesempatan memilih untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya tanpa mengurangi makna peran masing-masing sebagai pencari nafkah maupun sebagai madrasah untuk anak-anaknya.

Wallahua’lam
The World of Gusnul Pribadi

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: