Perasaan Dulu Gak Gini-Gini Amat Deh

“Soal SD kelas 5 tak bisa dipecahkan dengan pemahaman SD kelas 1, kecuali Anda adalah anak SD kelas 1 yang diberi soal SD kelas 5”

 

photo_2018-03-04_19-13-26

Tulisan ini masih sekuel dari tulisan  sebelumnya : Jangan Menunggu Sempurna , di paragraf akhir saya tulis tentang bambu runcing. Masih ingat?

Saya ingin kita semua membayangkan situasinya, kalau metode bambu runcing itu digunakan untuk perang hari ini , kira-kira apa yang terjadi? Yes, bisa jadi pasukan bambu runcing ini akan kalah kocar-kacir.

Bambu runcing, di medio 1900-an adalah usaha paling maksimal yang bangsa ini miliki. Catat lagi : usaha maksimal! Jadi hari ini kita sudah tidak bisa lagi berpikir, “Dulu aja bambu runcing bisa memerdekakan bangsa ini, masa sih sekarang gak bisa…”

***

Hari ini, banyak dari kita yang sering berpikir bahwa hidup ini tidak seperti 10 tahun yang lalu. Semua serba sulit. Dulu rasanya jualan itu gampang ya, dulu dapetin klien rasanya mudah ya, dan hal-hal lain yang serupa…

Sahabat,
Ketahuilah bahwa Allah Maha Baik.

Waktu itu, walaupun kita belum tahu banyak. Namun kita berusaha banyak untuk tahu. Mungkin itulah yang mengundang rahmat-Nya untuk memberikan kejayaan yang kita banggakan hari ini. Kejayaan yang ingin Anda ulang namun tak kunjung datang.

Waktu berjalan,
Allah ingin kita naik kelas…
Allah ingin kita lebih tahu…
Allah ingin kita lebih dekat kehadirat-Nya…
Untuk itu, Allah uji dengan soalan yang lebih sulit…
Layaknya anak SD kelas 5 yang mau naik ke kelas 6…

Maka ada hal-hal yang dulunya belum perlu kita pelajari, kini harus
Maka ada hal-hal yang dulunya belum perlu kita pahami, kini harus
Maka ada hal-hal yang dulunya belum perlu kita tahu, kini harus

Kalau mau naik kelas…
Jangan puas dengan cara yang mudah (hanya karena dulu cara ini bekerja)
Kerjakanlah segala sesuatunya dengan benar, walau sulit di awal

Dah, gitu aja…
Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi
A note to Myself

 

Advertisements

Jordan, Bulls dan Wizard

Sepakati dulu kalau Michael Jordan jago main basketnya.

Nampaknya, bukan Jordannya yang membuat Bulls juara sampai double three-peat di era 90-an. Buktinya, Washington Wizard tidak jadi juara ketika Jordan pindah ke sana.

Dan nampaknya, bukan Chicago Bullsnya yang membuat para pemainnya bisa merasakan cincin kejuaraan. Buktinya 10 tahun terakhir tim dari kota angin ini tidak pernah menjadi juara NBA.

Adalah sikap mental dan sinergi orang-orang yang ada di dalam sebuah tim yang akan membuat sebuah tim menjadi juara. Tidak peduli apapun nama timnya, Chicago Bulls, Miami Heat, Denver Nuggets ataupun Dallas Mavericks. Semua punya kesempatan untuk menang.

Continue reading “Jordan, Bulls dan Wizard”

Epik Merdeka Tujuh Dasa Warsa

Jika ditanya, apa yang hilang di negeri ini adalah kesholehan sosial
Yang sholeh ini lebih suka mengurus diri sendiri dan keluarga sendiri
Karena pesimis ketika diamanahi urusan negeri.
Baru berbuat baik sedikit langsung dikebiri oleh orang-orang yang iri.

Sahabat baik,
Di negeri ini orang baik jadi asing, ditertawai
Maka lebih baik mengurus diri sendiri
Berjuang demi nusa dan bangsa hanya jadi kisah di buku-buku pelajaran
Mengorbankan kepentingan pribadi hanya cocok untuk mengisi titik-titik di kertas ujian

Jadilah negeri ini diurus oleh orang-orang yang tidak peduli
Karena yang awalnya niat peduli sedang memilih sibuk mengurus diri sendiri

Continue reading “Epik Merdeka Tujuh Dasa Warsa”

Nabawi dan Don Diego de La Vega

Qur'an Spanish Translation

Qur’an Spanish Translation

Secercah cahaya panas menyelusup di sela-sela payung raksasa Masjid Nabawi. Tak banyak celah di payung itu, tapi sebuah celah cukup untuk membuat seorang bapak, yang kemungkinan besar berasal dari Turki, kegerahan.

Cercahan sinar itu tepat mengenai kepalanya, yang tak terlalu subur rambutnya, bahasa tubuhnya terlihat tidak nyaman. Tapi bergeser tempat di shaf yang sudah penuh sesak juga bukan perkara mudah.

Continue reading “Nabawi dan Don Diego de La Vega”

Sampai Saat ini Saya Belum Tahu Judul Apa Yang Paling Tepat yang Bisa Diberikan untuk Tulisan ini

“Pak, besok bisa hadir ya di acara buka puasa..”
“Sepertinya saya ada tugas, Insya Allah ya…”, jawab si bapak…

Sekilas dari jawaban si bapak, menurut Anda apakah dia akan hadir di acara tersebut?

90% TIDAK?

Ironis?

Maksud jawaban Insya Allah itu adalah wujud ketawakalan kepada Allah, tapi seringkali kita menggunakannya secara salah dan berbahaya…yaitu menggunakannya sebagai cara lain untuk berkata ‘tidak’.

Continue reading “Sampai Saat ini Saya Belum Tahu Judul Apa Yang Paling Tepat yang Bisa Diberikan untuk Tulisan ini”

Tukang Protes yang Sukses!

Shohibul Menara Menghadap Kiai Rais

Shohibul Menara Menghadap Kiai Rais

Dari adefan fim Negeri 5 Menara (The Movies)

“Jika berani protes harus bisa memberikan solusi, tidak hanya protes saja”

Malam itu,
Alif dan shohibul menara datang ke rumah Kiai Rais, Pemimpin Pondok Madani yang sangat dihormati, mereka protes.

Protes itu didasarkan pada kenyataan genset pondok yang sering sekali mati. Mereka mengetahuinya ketika sesekali mereka berkunjung ke ruang genset dan melihat genset butut yang sedang dijagai oleh seorang senior. Tugas dia adalah menyalakan kembali genset kalau mati. Buat informasi, Pondok Madani tidak dialiri listrik PLN, jadi sangat bergantung pada genset ini.

Continue reading “Tukang Protes yang Sukses!”

Aku Mau Ganti Ibu Saja!

Roni datang menghampiri Rosi, yang sedang merasa menjadi remaja paling tidak beruntung di muka bumi ini.

“Betapa tidak, hampir semua yang anak lain punya, aku tak punya. Hampir semua tempat yang anak lain kunjungi, aku tak pernah kunjungi, uang jajanku tak sampai seperlima dari uang jajan anak-anak lain”, curhat Rosi. Roni bilang ,”Kok ibu kamu kayak gitu sih, padahal kamu kan selalu masuk 10 besar di sekolah. Aku aja selalu dibelikan hadiah setiap habis terima rapot. Itu, mamanya Deni, selalu kasih uang jajan 20ribu lho sehari.”

Tambah redam hati Rosi semakin mendengarnya, rasanya dia ingin sekali mengganti ibunya dengan ibu lain. Minimal pindah rumah untuk menjadi salah satu dari anak-anak orang-orang tua yang ‘baik hati’ itu.

“MY MOM’S SUCKS!!” Teriak Rosi dalam hatinya…

Continue reading “Aku Mau Ganti Ibu Saja!”