Unitlink dan Bawang Ketoprak

Tol Jakarta – Merak , 27 April 2018

Yang spesial dari komoditas yang satu ini bahwa hampir seluruh menu masakan indonesia menggunakan benda ini untuk membangkitkan rasa gurih ketika dipadu dengan garam.

Betul, dia adalah BAWANG.

Dan tahukah bahwa harga bawang ini sangat fluktuatif sampai-sampai ada laman khusus dari pemerintah untuk memantau harga bawang harian. Ya, HARIAN.

Silakan dicek di sini :

https://ews.kemendag.go.id/bawangmerah/DailyPriceBawang.aspx

Dan marilah kita simak kisah kedua warung ketoprak di bilangan Jakarta Selatan ini. Keduanya sama-sama ramai dan citarasanya yang mantap. Kata orang-orang, bawangnya berani!


WARUNG
HEMAT
Sesuai namanya, hemat di biaya. Itu aja.


WARUNG
TEPAT
Ada yang unik sama warung ini. Tiap pelanggannya punya semacam kartu member. Di harganya tercantum tambahan beberapa rupiah. Namanya “biaya kenikmatan”.

***

Suatu hari di tahun 2015

Harga bawang naik cukup signifikan. Hari-hari pertama Warung Hemat masih bertahan. Namun lama-lama mereka sudah tidak kuat menyajikan ketoprak dengan cita rasa dahsyatnya. Pelanggan mulai merasa tidak nyaman.

Pekan berikutnya, Warung Hemat berpikir bahwa mereka tida ingin lagi mengorbankan rasa. Dan konsekuensinya, mereka menaikkan harga ketoprak andalannya 20% dari harga normalnya. Kembali, beberapa pelanggan cemberut dibuatnya.

Serba salah..

Tapi mari kita tengok Warung Tepat. Pelanggannya tetap ramai seperti biasa. Membernya tetap menikmati hidangan favorit mereka dengan senyum. Ada apa?

Ternyata para member ini baru merasakan apa yang selama ini mereka ikhlaskan. Biaya kenyamanan ini yang tetap membuat cita rasa Ketopraknya terjaga.

Di saat harga bawang melonjak naik, biaya simpanan ini yang membuat para pelanggan ini tetap menikmati semaian bawang di dalam bumbu Ketoprak favorit mereka.

Bahkan saat pelanggan tidak punya uang buat makan, mereka boleh ambil “tabungannya” untuk tetap menikmati ketoprak nikmat seperti hari-hari biasanya.

***

Sahabat,
Tidak ada yang salah dalam keduanya.
Yang ada hanyalah konsekuensi atas pilihan.

Saat Warung Hemat tetap memaksakan diri untuk memberikan citarasa normal dengan harga normal dalam kondisi harga bawang yang sedang naik, maka secara teknis akan ada penurunan profit, operasional yang dipangkas : AC yang tak lagi dinyalakan, pegawai yang perlu dikurangi, sampai mungkin harus pindah ke tempat yang lebih kecil untuk mengurangi biaya sewa.

Kita sebagai pelanggan mungkin akan bilang ,”Ya itu kan risiko Anda buka warung Ketoprak”. ^_^

Dan kita lihat bagaimana Warung Tepat mencoba mengamankan kenyamanan pelanggannya. Mereka  menyimpankan uang pelanggannya untuk jaga-jaga kalau di masa depan harga cabe atau bawang naik, para pelanggan tetap mendapatkan kenyamaman seperti biasa dari harga dan cita rasa. Dan , uang kenyamanan itu tetaplah milik pelanggan. Warung Tepat hanya menyimpankannya….

***

Dan itulah kira-kira Unit Link.
Ini adalah program ASURANSI (syariah) yang berbasis investasi. BUKAN produk investasi.

Sebagian kecil dari premi yang dibayarkan disimpankan dalam bentuk unit investasi. Untuk apa? Untuk menjaga kenyamanan nasabahnya agar tetap dapat mendapatkan hak asuransi nya saat dibutuhkan.

• Saat kalau-kalau lupa bayar premi, maka biaya premi akan dibayarkan oleh cadangan unit investasi ini 

• Saat kalau-kalau gagal debet rekening yang dapat menyebabkan sebuah polis jadi nonaktif tanpa kita sadari, maka cadangan unit investasi ini yang mengamankan

• Saat kalau-kalau terjadi ketiadaan cashflow untuk membayar premi bulanan, maka biaya asuransi akan ditalangi oleh cadangan unit investasi ini sehingga polis tidak serta merta hangus

• Dan jika 3 hal di atas tidak harus terjadi, maka unit investasi cadangan yang tersimpan masih tetap menjadi milik nasabah.

Unit Link,
Justru penting untuk menjaga agar fungsi asuransinya dapat berjalan sesuai rencana sehingga keluarga kita tetap nyaman karenanya.

Yang terpenting, seseorang perlu menahami bagaimana produk fenomenal yang adil dan humanis ini bekerja agar dapat berfungai optimal.

Best Regards, 

The World of Gusnul Pribadi

Terpikat oleh Sang Pengusaha Muda

Dan kitapun harus #AlwaysLearn, belajar dari apapun, siapapun dan dimanapun. Dan kali ini seorang sosok muda bernama Rendy Saputra berhasil memikat hati saya.

Awalnya saya menonton klip YouTube beliau berjudul “Bisnis Kokoh, Bisnis Ayam Kampung”

Jadi, nampaknya saya akan meromendasikan Anda semua untuk berkunjung ke Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika atau #SBDKK , atau KLIK DISINI

 

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

Zaman Sudah Berubah

wp-1469486934605.jpg

Setiap kali melewati jalan-jalan tertentu di Jakarta ini, saya seringkali berucap pada istri saya,

Dulu ya, lewat jalan ini lancar banget, pulang kantor masih bisa jemput kamu dan pulang gak sampai 30 menit”

Istri sayapun tak mau kalah, dia juga tidak kalah membanggakan masa lalunya pada anak kami,

“Tahu gak nak, dulu setiap siang  bunda masih sempat lho pulang buat nyusuin kamu. Makan siang dan tidur sebentar. Dan balik ke kantor lagi”

Dan tiba-tiba saya sadar bahwa saya tidak lagi hidup di masa lalu, inilah Jakarta sekarang dimana WAKTU adalah barang mahal yang tidak bisa diputar kembali.

Continue reading “Zaman Sudah Berubah”

Kisah Puspa & Rini (based on a true story)

Nama-nama dalam kisah ini bukan nama sebenarnya.

Berapa yang datang hari ini?“,  suara di ujung telepon bertanya.

“Tiga mbak Puspa”

Wah, kalau gitu bilangin sama yang datang ya kalau saya gak datang ngajar aerobik hari ini“, sambung Puspa.

Baik mbak Puspa

Itulah Puspa, seorang instruktur aerobik senior di Sanggar Senam Bugar Langsing. Orangnya peduli, setiap gerakan anggotanya selalu dikoreksi dengan sabar. Gerakannya selalu variatif sehingga tidak membosankan. Pokonya, terbaiklah.

Berbeda dengan Rini. Sekali kelas, pesertanya sampai 30 orang. Tapi Rini tidak sepeduli Puspa, gerakannya pun biasa saja. Kalau ada gerakan pesertanya yang salah pun tidak pernah dikoreksi. Penghasilan Rini pun pasti lebih besar.

Kenapa bisa begitu?

Ternyata,  Rini lebih disiplin.
Dia selalu datang tepat waktu. Sehingga peserta kelasnya tidak perlu bertanya-tanya , “Hari ini instrukturnya datang gak ya?”

Sahabat,
Bukannya Puspa tidak baik, dia sangat kompeten dan peduli. Tapi fenomena nyata Puspa dan Rini ini membuktikan bahwa yang orang lebih memilih
“yang pasti selalu ada”.

Jadi…

Para suami,  bisa jadi kegantenganmu terkalahkan oleh pria yang “gak banget” yang selalu ada di dekat istrimu setiap kalian sedang tidak bersama.

Para istri, selalulah ada di dekat suamimu karena mungkin ada orang yang siap sedia di dekat suamimu mendengar keluhan kelaki-lakiannya.

Para pebisnis, konsistenlah “buka toko” dan eksis di bisnis Anda. Jangan sampai pas pelanggan butuh toko Anda sedang tutup. Mereka cuma perlu warung yang buka dibanding hypermarket yang tutup.

Para kolega tenaga pemasar asuransi, walaupun kita punya gelar RFP, CFP tapi kalau tidak diaplikasikan, kita bisa tertinggal oleh agen unyu-unyu yang konsisten beraktivitas. 

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

Jrenkk!! – Edisi Bingung Bikin Judul

Wah, saya kepikiran nih, kenapa Abu Jahal sudah dicap masuk neraka ya, saya jadi mikir nih mau melanjutkan hidup apa enggak, nanti takut kayak Abu Jahal”

MEMODEL / modelling

Di dunia NLP, kata ini sering anda dengar.

Teddi Prasetya Yuliawan dalam bukunya menjelaskan dengan detail bahwa modelling adalah replikasi sebuah prilaku yang ekselen. Alih-alih bertanya mengapa perilaku ekselen tersebut bisa dimiliki seseorang, modelling mengurai bagaimana persisnya seorang memunculkan perilaku ekselennya secara konsisten_

Bagaimana persisnya mereka mencapai hasil dengan kualitas yang tinggi?Apa perbedaan yang membedakan (the difference that makes a difference) antara mereka dengan orang rata-rata? Memahami proses bagaimana ini menjadikan kita mampu melakukan apa yang mereka lakukan secepat mungkin

Sebenarnya dalam Islam ini bukan hal baru, sejak lama kita sering diajarkan untuk mengikuti sunnah Rasul. Bagaimana rasul berbicara, bertindak,  makan, tidur dll.

Biar apa?
Ya (mudah-mudahan) biar masuk surga.

Jadi, kita bisa berakhir seperti Abu Jahal kalau kita memodel perilaku Abu Jahal.

Wallahua’lam

Sahabat,
Sama seperti bisnis. Banyak pelaku bisnis yang bangkrut, bubar dll. Pertanyaannya, apakah kita mau seperti itu?

Kalau tidak mau, maka pertanyaannya siapakah yang kita model? Perilaku pebisnis bangkrut atau perilaku pebisnis sukses.

Best Regards
The World of Gusnul Pribadi

Rezeki dan Sandal Ternyata Ada Bedanya

Cilegon, 10 April 2016

“Sekarang Pak Ahmad sudah punya rumah sendiri. Punya mobil dan motor sendiri”

Masih ingat Soto Leadership? Kalau lupa, silakan klik di sini deh. Karena kisah kali ini mirip sama kisah di warung soto itu.

Kali ini istri saya mewawancarai Mas Amri, abang siomay di depan SMA 1 Cilegon. Jadi begini,  dulunya dia ngambil siomay dari Pak Ahmad.   Selain menyediakan siomay untuk dijual para abang siomay, Pak Ahmad sendiri juga masih menjual siomay buatannya itu. Pak Ahmad masih tinggal di kontrakan waktu itu.

Suatu hari, Pak Ali, salah satu abang siomay yang juga mengambil siomay ke Pak Ahmad, mohon izin pada Pak Ahmad untuk membuat siomaynya sendiri. Pak Ali menjadi mahir membuat siomay setelah beberapa tahun menjualkan siomay Pak Ahmad. Pak Ahmad mengizinkannya.

Tak hanya sampai di sana, ternyata Mas Amri juga menyampaikan Pak Ahmad bahwa dia ingin mengambil siomay ke Pak Ali saja. Dan Pak Ahmad pun mengizinkannya.

Setengah bengong, saya semakin sadar bedanya sandal sama rezeki. Sandal bisa tertukar, tapi rezeki tidak pernah tertukar. Lihat bagaimana logika tidak lagi berlaku ketika akhlak yang baik diamalkan.

Pak Ali yang mohon restu dengan santun.
Mas Amri yang minta izin dengan sopan.
Pak Ahmad yang…. ah, Anda isi sendiri lah komentar buat Pak Ahmad ini.

Yang jelas…
Rezeki beda sama sandal…
Dan para petarung akhlak ini mengesankan.

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi Ferra Trisiana
(Gusnul cuma jadi abang ojek ke Pasar Kelapa)

NB : Pak Ali, Mas Amri dan Pak Ahmad bukan nama sebenarnya, jika ada kesamaan nama dengan beberapa orang yang Anda kenal, saya pastikan mereka bukan orang yang saya maksud di kisah ini.