Terpikat oleh Sang Pengusaha Muda

Dan kitapun harus #AlwaysLearn, belajar dari apapun, siapapun dan dimanapun. Dan kali ini seorang sosok muda bernama Rendy Saputra berhasil memikat hati saya.

Awalnya saya menonton klip YouTube beliau berjudul “Bisnis Kokoh, Bisnis Ayam Kampung”

Jadi, nampaknya saya akan meromendasikan Anda semua untuk berkunjung ke Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika atau #SBDKK , atau KLIK DISINI

 

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

Zaman Sudah Berubah

wp-1469486934605.jpg

Setiap kali melewati jalan-jalan tertentu di Jakarta ini, saya seringkali berucap pada istri saya,

Dulu ya, lewat jalan ini lancar banget, pulang kantor masih bisa jemput kamu dan pulang gak sampai 30 menit”

Istri sayapun tak mau kalah, dia juga tidak kalah membanggakan masa lalunya pada anak kami,

“Tahu gak nak, dulu setiap siang  bunda masih sempat lho pulang buat nyusuin kamu. Makan siang dan tidur sebentar. Dan balik ke kantor lagi”

Dan tiba-tiba saya sadar bahwa saya tidak lagi hidup di masa lalu, inilah Jakarta sekarang dimana WAKTU adalah barang mahal yang tidak bisa diputar kembali.

Continue reading “Zaman Sudah Berubah”

Kisah Puspa & Rini (based on a true story)

Nama-nama dalam kisah ini bukan nama sebenarnya.

Berapa yang datang hari ini?“,  suara di ujung telepon bertanya.

“Tiga mbak Puspa”

Wah, kalau gitu bilangin sama yang datang ya kalau saya gak datang ngajar aerobik hari ini“, sambung Puspa.

Baik mbak Puspa

Itulah Puspa, seorang instruktur aerobik senior di Sanggar Senam Bugar Langsing. Orangnya peduli, setiap gerakan anggotanya selalu dikoreksi dengan sabar. Gerakannya selalu variatif sehingga tidak membosankan. Pokonya, terbaiklah.

Berbeda dengan Rini. Sekali kelas, pesertanya sampai 30 orang. Tapi Rini tidak sepeduli Puspa, gerakannya pun biasa saja. Kalau ada gerakan pesertanya yang salah pun tidak pernah dikoreksi. Penghasilan Rini pun pasti lebih besar.

Kenapa bisa begitu?

Ternyata,  Rini lebih disiplin.
Dia selalu datang tepat waktu. Sehingga peserta kelasnya tidak perlu bertanya-tanya , “Hari ini instrukturnya datang gak ya?”

Sahabat,
Bukannya Puspa tidak baik, dia sangat kompeten dan peduli. Tapi fenomena nyata Puspa dan Rini ini membuktikan bahwa yang orang lebih memilih
“yang pasti selalu ada”.

Jadi…

Para suami,  bisa jadi kegantenganmu terkalahkan oleh pria yang “gak banget” yang selalu ada di dekat istrimu setiap kalian sedang tidak bersama.

Para istri, selalulah ada di dekat suamimu karena mungkin ada orang yang siap sedia di dekat suamimu mendengar keluhan kelaki-lakiannya.

Para pebisnis, konsistenlah “buka toko” dan eksis di bisnis Anda. Jangan sampai pas pelanggan butuh toko Anda sedang tutup. Mereka cuma perlu warung yang buka dibanding hypermarket yang tutup.

Para kolega tenaga pemasar asuransi, walaupun kita punya gelar RFP, CFP tapi kalau tidak diaplikasikan, kita bisa tertinggal oleh agen unyu-unyu yang konsisten beraktivitas. 

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

Jrenkk!! – Edisi Bingung Bikin Judul

Wah, saya kepikiran nih, kenapa Abu Jahal sudah dicap masuk neraka ya, saya jadi mikir nih mau melanjutkan hidup apa enggak, nanti takut kayak Abu Jahal”

MEMODEL / modelling

Di dunia NLP, kata ini sering anda dengar.

Teddi Prasetya Yuliawan dalam bukunya menjelaskan dengan detail bahwa modelling adalah replikasi sebuah prilaku yang ekselen. Alih-alih bertanya mengapa perilaku ekselen tersebut bisa dimiliki seseorang, modelling mengurai bagaimana persisnya seorang memunculkan perilaku ekselennya secara konsisten_

Bagaimana persisnya mereka mencapai hasil dengan kualitas yang tinggi?Apa perbedaan yang membedakan (the difference that makes a difference) antara mereka dengan orang rata-rata? Memahami proses bagaimana ini menjadikan kita mampu melakukan apa yang mereka lakukan secepat mungkin

Sebenarnya dalam Islam ini bukan hal baru, sejak lama kita sering diajarkan untuk mengikuti sunnah Rasul. Bagaimana rasul berbicara, bertindak,  makan, tidur dll.

Biar apa?
Ya (mudah-mudahan) biar masuk surga.

Jadi, kita bisa berakhir seperti Abu Jahal kalau kita memodel perilaku Abu Jahal.

Wallahua’lam

Sahabat,
Sama seperti bisnis. Banyak pelaku bisnis yang bangkrut, bubar dll. Pertanyaannya, apakah kita mau seperti itu?

Kalau tidak mau, maka pertanyaannya siapakah yang kita model? Perilaku pebisnis bangkrut atau perilaku pebisnis sukses.

Best Regards
The World of Gusnul Pribadi

Rezeki dan Sandal Ternyata Ada Bedanya

Cilegon, 10 April 2016

“Sekarang Pak Ahmad sudah punya rumah sendiri. Punya mobil dan motor sendiri”

Masih ingat Soto Leadership? Kalau lupa, silakan klik di sini deh. Karena kisah kali ini mirip sama kisah di warung soto itu.

Kali ini istri saya mewawancarai Mas Amri, abang siomay di depan SMA 1 Cilegon. Jadi begini,  dulunya dia ngambil siomay dari Pak Ahmad.   Selain menyediakan siomay untuk dijual para abang siomay, Pak Ahmad sendiri juga masih menjual siomay buatannya itu. Pak Ahmad masih tinggal di kontrakan waktu itu.

Suatu hari, Pak Ali, salah satu abang siomay yang juga mengambil siomay ke Pak Ahmad, mohon izin pada Pak Ahmad untuk membuat siomaynya sendiri. Pak Ali menjadi mahir membuat siomay setelah beberapa tahun menjualkan siomay Pak Ahmad. Pak Ahmad mengizinkannya.

Tak hanya sampai di sana, ternyata Mas Amri juga menyampaikan Pak Ahmad bahwa dia ingin mengambil siomay ke Pak Ali saja. Dan Pak Ahmad pun mengizinkannya.

Setengah bengong, saya semakin sadar bedanya sandal sama rezeki. Sandal bisa tertukar, tapi rezeki tidak pernah tertukar. Lihat bagaimana logika tidak lagi berlaku ketika akhlak yang baik diamalkan.

Pak Ali yang mohon restu dengan santun.
Mas Amri yang minta izin dengan sopan.
Pak Ahmad yang…. ah, Anda isi sendiri lah komentar buat Pak Ahmad ini.

Yang jelas…
Rezeki beda sama sandal…
Dan para petarung akhlak ini mengesankan.

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi Ferra Trisiana
(Gusnul cuma jadi abang ojek ke Pasar Kelapa)

NB : Pak Ali, Mas Amri dan Pak Ahmad bukan nama sebenarnya, jika ada kesamaan nama dengan beberapa orang yang Anda kenal, saya pastikan mereka bukan orang yang saya maksud di kisah ini.

Aikatsu dan Kalimat Penyumbat Mulut

image

Kali ini yang diminta Lia adalah Album Aikatsu buat naruh kartu Aikatsu. Gak tahu deh mulai kapan kartu ini mulai happening, kok mirip-mirip sama Sailormoon gitu sih.

Hmm,
Rasanya lagi gak pengen beliin deh.

“Kamu bener-bener pengen?”

“Iya..”

“Kalau gitu, berdoalah. Tadi abis sholat udah doa minta album Aikatsu belum?”

“…….”

“Kan katanya bener-bener pengen, ya doa dong. Minta sama Allah”

“Ya tapi kan uangnya ada sama ayah..”

“Iya bener, tapi -gimana ngomongnya ya- kan yang bikin ayah mau beliin itu kan Allah, jadi mintanya sama Allah ya”

“Yaa, kan tinggal beliin aja. Kan tinggal ambil di ATM aja”

“Iya sih, tapi kalau ayah belum dibukain pintu hatinya sama Allah gimana”

Dan akhirnya dalam beberapa hari setiap pagi pertanyaan Lia di meja makan adalah :

“Ayah udah terbuka belum pintu hatinya?”

Dan pada hari keempat, saya bilang ,”Nak gini lho, misalnya kamu sampai depan rumah, ternyata pintu pagar terkunci. Dan kamu tahu kalau kuncinya dibawa pak Hansip. Kira2 kamu mau pelototin sambil gedor-gedor pagar atau mau cari Pak Hansip?”

“…. ya cari Pak Hansip”

“Ya gitu deh, sama juga. Ibaratnya ayah ini pagernya, dan Allah itu ‘Pak Hansip yang pegang kunci’, kira-kira kalau kamu teriak-teriak terus minta sama ayah, ayah bisa tiba-tiba mau gak? Ngerti kan maksud ayah?”

#NgertiNgertiKagak

“Tapi yang penting biar doanya terkabul, perbuatan sehari-harinya juga harus baik. Amal sholeh. Bicara baik, bantu orang lain dan lain-lain yang baik-baik, ya udah tolong ambilin ayah minum boleh ya?” #AjiMumpung

PEJATEN VILLAGE
8 April 2016 jam 16.45

Daya ponsel saya tinggal 1%, saya datangi charging booth di lantai 2 bersama Lia. Dan saya tinggalkan ponsel saya mengisi daya sambil ngobrol sama Lia.

Eh, lha kok ya disebelahnya ada gerobak yang jualan kartu Aikatsu dan aksesorisnya. Wadoh.

“Eh Ayy, ini ada album Aikatsu”

“Oh ya? Berapa harganya di situ?”

“45 ribu Ay.. ”

Sebelumnya Lia kasih tahu saya kala harganya 80ribuan. Seketika saya berpikir, ya sudahlah kalau 45ribu. Saya keluarkan 50ribu dari saku celana dan berpindah ke tangan Lia.

Sejenak kemudian, Lia sedang memasukkan Album Aikatsu itu ke dalam tasnya, sambil berkata ,”Ayy, tahu gak kenapa aku bisa dapat album ini?”

“Emang kenapa Li?”, tanya saya.

“Karena tadi pas sholat ashar aku doain ayah terbuka hatinya biar mau beliin album ini.”

“……”

Best Regads,
The World of Gusnul Pribadi