Kemaluan pada Sebuah Sabtu

“Semua-muanya kok bela-belain bisnis sampai-sampai sabtu-sabtu bulan puasa aja masih mikirin bisnis… “

Memang sih, aktivitas kami sebagai tenaga pemasar memang terfokus di hari Sabtu. Bukan apa-apa, karena memang sebagian dari kami masih bekerja, jadi ketika kami menyiapkan pelatihan pada hari kerja, mereka keberatan.

“Tapi apa harus gitu-gitu amat ?”

Continue reading “Kemaluan pada Sebuah Sabtu”

Advertisements

True (Video) Story : Perjalanan Empat Benua

“Dulu waktu aku SD, aku sering membolak-balik atlas peta dunia dan berkata dalam hati bahwa suatu saat aku akan ke tempat-tempat ini”

Suatu kali istri saya bercerita pada saya tentang gumaman masa kecilnya itu. Entah apakah itu bisa dibilang menjadi impian atau visi. Sesuatu yang kita inginkan dalam alam bawah sadar dimana insya Allah, dengan izin Allah, kita akan dibawa ke sana.

Haadza min Fadhlillah,
Semoga video ini dapat menjadi inspirasi bahwa semua impian bisa menjadi kenyataan dengan izin Allah ketika kita bersungguh-sungguh memperjuangkannya. Selamat menyaksikan

See you in the fifth continent, Africa
insya Allah

Best Regards,
The World of Gusnul Pribadi

Tokyo Live Story (3/3 – End) : The Shinjuku Friday Rush

Jam menunjuk di angka 11, kami berada di koridor pertokoan menuju stasiun Shinjuku, stasiun tersibuk di Tokyo. Sebuah toko dasi di sebuah sudut jalan menuju pintu stasiun menghentikan sejenak langkah kami. Desain-desain sederhana dan menarik itu mampu membuat kami berhenti sejenak dan membeli beberapa buah dasi.

Setelah kami bertujuh menyelesaikan transaksi, ibu sang penjaga toko mengantar kami keluar dan membungkukkan badannya dalam-dalam sambil berkata,”Arigatou Gozaimasu”.  Bahkan setelah sekitar 30 meter kami berjalan meninggalkan dia, dia masih dalam kondisi membungkuk. Luar biasa bagaimana orang-orang ini dengan tulus berterima kasih.

Melenggang setelah belanja dasi
Melenggang setelah belanja dasi

Continue reading “Tokyo Live Story (3/3 – End) : The Shinjuku Friday Rush”

Tokyo Live Story (2/3) : Rezeki Anak Sholeh

“Ano, sumimasen….Oinori sitai desukedo, basho wa arimasuka?”

“Permisi,… kalau mau sholat , apakah ada tempatnya?”, teman kami, Pak Sapta bertanya pada seorang petugas informasi yang, sebut saja namanya Keiko, yang berdiri tak jauh dari gedung wahana Tower of Terror di Tokyo Disney Sea. Beruntung Pak Sapta menjadi teman jalan kami selama di Jepang. Terutama, karena dia pernah beberapa tahun sekolah di Jepang, sehingga kemampuan percakapan bahasa Jepangnya lumayan terasah.


SHAF PARKIRAN
Continue reading “Tokyo Live Story (2/3) : Rezeki Anak Sholeh”

True Story : Memburu Sebuah Kebahagiaan

“Tahukah kamu, saya kena kanker karena saya terlalu perfeksionis”

Saya tertegun sesaat. Bu Ratih , bukan nama sebenarnya, memulai pembicaraannya. Mata Bu Ratih sesekali melirik ke atas seperti mencoba mengingat-ingat kejadian waktu itu. Saya masih penasaran, bagian mana dari ‘perfeksionis’ yang bisa membuat beliau mengambil kesimpulan bahwa itu adalah penyebab kanker di leher rahimnya?

Bu Ratih menegakkan posisi duduknya. Saya menaruh cangkir biru muda berisi teh di meja sambil melirik istri saya yang sedang memangku GG, putra bungsu kami yang sudah mulai mengantuk. Continue reading “True Story : Memburu Sebuah Kebahagiaan”